Home » Biaya » Biaya Hidup di Singapura

Biaya Hidup di Singapura

Negara singa yang identik dengan patung air mancur singa ini, ternyata asal usul namanya berasal dari kata Singhapurna yang dalam bahasa Sansekerta memiliki arti, Tanah Singa. Akan tetapi, nama yang terkenal adalah Singapura. Yuk cari tahu, biaya hidup di Singapura!

Berdasarkan dari letak geografisnya, Singapura berada di bagian ujung Selatan Semenanjung Malaya. Tepatnya, negara ini berbatasan dengan negara Indonesia dan negara Malaysia. Memiliki luas wilayah sebesar 716 km2, tidak menyurutkan semangat para warganya untuk memajukan negara Singapura menjadi salah satu negara maju di dunia.

Terbukti, negara yang mendapat julukan singa tersebut, termasuk kedalam salah satu dari negara paling kompetitif di dunia.  Pada tahun 2018 silam, WEF mencatat penduduk yang tinggal di negara singa, memiliki harapan hidup tertinggi hingga menempati peringkat pertama di dunia.

Perkiraannya, didasarkan dari usia bayi yang baru saja lahir, mampu bertahan hidup hingga mencapai usia 74 tahun. Selain itu, negara ini juga mendapatkan nilai tinggi di sektor tenaga kerja, publik, infrastruktur, serta keragaman. Informasi lebih lengkap terkait biaya hidup di Singapura, dapat kalian simak dibawah ini!

Biaya Hidup di Singapura

Biaya hidup di Singapura

Biaya hidup di Singapura

Biaya hidup di Singapura untuk mahasiswa

Beberapa universitas di Singapura yang kerap menjadi incaran para calon mahasiswa dari berbagai belahan negara, ternyata memiliki kredibilitas tinggi dalam sistem pembelajarannya. Fakta tersebut, dapat dilihat dari salah satu universitas bernama Curtin University yang termasuk kedalam peringkat top 1% di dunia.

Selain Universitas Curtis, ada jajaran universitas ternama lainnya yang patut diacungi jempol. Diantaranya, ada Universitas Teknologi Nanyang, Universitas Nasional singapura, Singapore Mangement University (SMU), Singapore Institute of Management (SIM), Singapore University of Technology and Design, dan masih banyak universitas lainnya.

Hal tersebut, membuat sederet orang atau bahkan sekelompok orang berbondong-bondong untuk dapat menempuh jalur pendidikan di salah satu universitas yang berlokasi di negara singa ini. Biasanya, pihak kampus juga menawarkan program beasiswa kepada seluruh kalangan pelajar dari nrgara-negara di Asia, termasuk Indonesia.

Kalian yang tertarik untuk mendapatkan gelar sarjana atau master di universitas yang ada di Singapura, wajib mencari tahu informasi biaya hidup di Singapura. Adapun biaya hidup yang dimaksud, mencakup kebutuhan tempat tinggal, sampai dengan kebutuhan yang sifatnya sangat personal.

1. Sewa tempat tinggal

Kebanyakan mahasiswa yang tinggal di Singapura, menghabiskan biaya paling banyaknya untuk keperluan sewa tempat tinggal. Biaya hidup di Singapura dapat terbilang normal ataupun sangat mahal tergantung dari bagaimana cara orang tersebut mengeluarkan uang yang dimilikinya.

Ada banyak sekali tempat yang disewakan untuk para mahasiswa. Misalnya, apartemen atau asrama. Namun, sebagian besar dari mereka yang berkuliah dengan bayaran pribadi, lebih memilih untuk tinggal di kamar apartemen dibandingkan dengan asrama. Hal tersebut dikarenakan kamar apartemen jauh lebih nyaman.

Sebaliknya, mereka yang mendapatkan beasiswa, diwajibkan untuk tinggal di asrama dalam kurun waktu tertentu. Biasanya sampai mahasiswa memasuki tahun ke-2 atau tahun ke-3. Barulah, pihak kampus memperbolehkan mahasiswanya pindah ke tempat tinggal apartemen.

Sewa kamar di Singapura ini, terbilang cukup mahal. Biayanya kurang lebih sekitar S$2.000 hingga S$5.000. Kalau dikonversikan ke dalam nilai mata uang Indonesia, yakni rupiah, menjadi Rp 21.874.034,-  hingga Rp 54.685.087,-. Nilai sewa ini, tergantung dari lokasi apartemen yang kalian pilih.

Contohnya, apartemen yang terletak di tengah kota, harga sewanya dapat lebih mahal dibandingkan dengan yang berlokasi di pusat kota. Selisih harganya sendiri, bisa mencapai separuh dari harga yang ditawarkan di area tengah kota. Kalian juga dapat menyewa satu kamar untuk dihuni sebanyak dua orang.

2. Kebutuhan sandang

Berkutnya, ada kebutuhan sandang dimana poin satu ini terbilang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Terutama untuk kalian mahasiswa yang masih beradaptasi dengan iklim yang ada di Singapura. Asupan makanan dan minuman per orang tentu berbeda.

Di kesempatan kali ini, akan dijelaskan gambaran biaya pengeluaran secara umum yang harus kalian persiapkan saat menjadi mahasiswa di negara singa. Berdasarkan kurs dollar Singapura, rata-rata kebutuhan sandang per orang dalam sekali makannya adalah sebesar S$5.

Kalau diubah kedalam kurs rupiah, nilainya menjadi Rp 54.685,-. Kemudian, bila dikalikan dengan banyaknya makanan yang dibutuhkan dalam waktu 24 jam, kurang lebih menjadi S$5 x 3 = S$15 yakni sekitar Rp 164.083,-. Sehingga bila sebulan, jumlahnya kurang lebih sebesar S$450 atau Rp 4.922.500,-.

3. Belanja bulanan

Kebutuhan bulanan setiap orang pastinya berbeda. Tapi, anggaplah perlengkapan mandi, stok makanan siap saji, sampai dengan perlengkapan mencuci baik pria maupun wanita memiliki kemiripan. Oleh sebab itu, kalian bisa memperkirakan biaya hidup di Singapura untuk persoalan belanja bulanan, membutuhkan S$350.

Tidak jauh berbeda memang, angka yang ditaksir untuk memenuhi kebutuhan sandang dengan belanja bulanan bila dirupiahkan. Kurang lebih sekitar Rp 3.828.611,-. Diingatkan kembali, bahwa angka yang telah disebutkan hanyalah gambaran semata bukan nilai yang bersifat mutlak.

4. Hiburan

Sayang sekali rasanya bila tidak merasakan liburan selama berada di negara singa. Kalian sebagai mahasiswa juga tetap dapat menikmati waktu bersantai kala tugas telah terselesaikan sepenuhnya. Tempat hiburan yang ada di Singapura, diantara klub malam, bioskop, hingga restoran maupun foodcourt.

Kisaran angka yang dibutuhkan untuk menikmati waktu luang kalian, anggaplah sebesar S$150 dalam kurun waktu satu bulannya. Bila digambarkan, selama satu bulan kalian dapat menikmati hiburan sebanyak 1 sampai dengan 2 kali. Kalau dirupiahkan, kurang lebih sekitar Rp 1.640.833,-.

5. Sarana transportasi

Poin terakhir, adalah biaya transportasi selama menjalani biaya hidup di Singapura. Permasalahannya, meskipun tempat tinggal kalian berdekatan dengan kampus, pasti ada kalanya menggunakan sarana tranportasi umum juga. Anggaplah pengeluarannya mencapai S$104 dalam waktu satu bulan.

Dengan catatan, kalian menggunakan sarana transportasi umum secara terus menerus selama hari kerja, yakni sebanyak 26 hari dalam sebulannya. Kalau hanya melakukan perjalanan sekali saja, biayanya hanya sekitar S$2 saja atau Rp 21.877,-.

Biaya hidup di Singapura dalam rupiah

Besarnya angka pengeluaran selama menjalani kehidupan sebagai seorang imigran di negara singa, penting untuk kalian memahami perbedaan kurs antara mata uang negara asal dengan dollar Singapura. Contohnya saja, nilai mata uang Singapura dengan nilai mata uang rupiah.

Kalau kalian pintar menghemat pengeluaran, dan didukung adanya pemasukan finansial dari hasil mencari pekerjaan paruh waktu, maka kurang lebih nominal yang dibutuhkan selama satu bulannya adalah Rp 12.813.594 atau S$1.204 dalam waktu satu bulan. Belum termasuk biaya sewa tempat tinggal.

Harga sewa tempat tinggal di negara singa, memang terbilang sangat mahal. Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan selama menjadi imigran di negara singa, dianjurkan untuk mencari pemasukan tambahan melalui pekerjaan paruh waktu ataupun penuh waktu. Umumnya, sistem pembayaran gajinya dihitung per jam.

Itulah informasi yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini mengenai biaya hidup di Singapura, biaya hidup di Singapura untuk mahasiswa, dan biaya hidup di Singapura dalam rupiah. Baca juga biaya hidup di Korea sebagai referensi kalian. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa.