Biaya Imunisasi di Puskesmas

Puskesmas, merupakan salah satu pusat kesehatan untuk masyarakat yang difasilitasi oleh pihak pemerintah daerah. Selain perannya dalam memastikan bahwa masyarakat di suatu daerah setempat terjamin kesehatannya, ada juga kegiatan lainnya yang bertujuan demi mewujudkan lingkungan serta perilaku yang sehat.

Biaya imunisasi di puskesmas, tidak semahal seperti disaat kalian melakukan pengobatan ke rumah sakit. Baik untuk dewasa dan anak-anak, masing-masing memiliki tarif minimum yang berbeda. Tidak jarang ditemukan juga, imunisasi untuk si kecil di puskesmas sengaja disediakan secara gratis.

Akan tetapi, imunisasi gratis berlaku hanya dalam kondisi tertentu saja. Kalian tetap perlu mengeluarkan biaya sendiri. Mengingat, sebagaian besar vaksin memiliki harga yang memang mahal. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, untuk satu botol vaksinnya ada yang dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Lalu, berapakah kira-kira biaya imunisasi di puskesmas jika dibayar secara mandiri? Tapi, sebelum membahas pengeluaran vaksin tanpa bantuan dari pemerintah, para ibu-ibu pasti terlebih dahulu mencari tahu informasi vaksin gratis untuk si kecil. Berikut penjelasan selengkapnya!

Biaya Imunisasi di Puskesmas

Biaya imunisasi di puskesmas
Biaya imunisasi di puskesmas

Biaya imunisasi di puskesmas 2021

Melakukan vaksinasi atau yang lebih sering dikenal dengan kata imunisasi untuk bayi yang baru lahir ataupun masih usia balita, tentu sudah menjadi hal wajib yang harus dilakukan oleh para orang tua. Terlebih, mengingat bayi masih memiliki sistem kekebalan tubuh rendah dan sangat rentan terkena penyakit.

Ketika seorang bayi lahir di rumah sakit, biasanya pihak rumah sakit akan lansgung menjadwalkan kegiatan pemberian vaksin hepatitis B. Sedangkan untuk jenis vaksin lainnya, dokter akan memberikan rujukan untuk kembali lagi ke rumah sakit atau bisa juga dilakukan di klinik terdekat. Rentang waktunya selama 1 bulan.

Setelah 1 bulan, orang tua wajib membawa si kecil untuk mendapatkan vaksin baik ke klinik atau yang lebih murah lagi ke puskesmas setempat. Pasalnya, vaksin BCG dan polio, yang dijadwalkan setelah penyuntikan vaksin pertama, di puskemas bisa kalian peroleh secara gratis.

Selain ketiga jenis vaksin tersebut, ada vaksin wajib lainnya seperti DPT, HIB, MR, dan yang terakhir adalah campak. Vaksin-vaksin ini, sudah disubsidikan oleh pemerintah, sehingga hanya dengan menunjukkan kartu BPJS, kalian tidak akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar, melainkan hanya sebesar Rp 2.000,- saja.

Vaksin yang digunakan di puskesmas setempat, merupakan produk dari hasil produksi PT Biofarma. Oleh sebab itu, kalian tidak perlu khawatir akan ketidak jelasan sumber vaksin yang diberikan terhadap si kecil. Hanya saja, puskesmas menyediakan vaksin yang memang telah disubsidikan oleh pemerintah.

Sedangkan jenis vaksin lain seperti Influenza, Hepatitis A, PCV, Rotavirus, HPV, Japanese Encephalitis, dan Tifoid, bisa kalian dapatkan di rumah sakit. Vaksin tambahan ini, sangat direkomendasikan oleh pihak IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia demi si kecil yang lebih kuat dan sehat.

Kebanyakan bayi yang telah selesai di imunisasi, biasanya akan menunjukkan efek samping berupa demam. Hal tersebut, dikarenakan adanya respon tubuh terhadap zat vaksin yang masih dianggap sebagai benda asing. Nantinya, sistem kekebalan tubuh atau imunitas si kecil dipaksa bekerja membentuk zat antibodi untuk melawan penyakit tertentu.

Penyakit yang dimaksud, sesuai dengan vaksin yang diberikan terhadap si kecil. Vaksin yang kerap menunjukkan gejala demam setelahnya adalah DPT. Jadwal imunisasi di puskesmas sendiri, umumnya dilakukan sebanyak 1 sampai dengan 2 kali dalam seminggu. Hal tersebut, dikarenakan vaksin di puskesmas berbentuk multi dose.

Biaya imunisasi di puskesmas tanpa BPJS

Sebagian masyarakat di Indonesia, ada yang tidak memiliki kartu BPJS. Hal tersebut, mungkin karena dirinya merasa pengobatan tanpa BPJS, cenderung lebih bagus bila dibandingkan ketika menggunakan kartu tersebut. Terutama, bagi mereka yang secara finansial memang mumpuni.

Ada beberapa tahapan yang harus kalian perhatikan ketika ingin melakukan imunisasi ke puskesmas tanpa BPJS. Tentunya, hal yang paling utama adalah menyiapkan sejumlah uang karena sudah pasti ada biaya imunisasi di puskesmas yang wajib dibayar oleh pasien. Simak tips imunisasi untuk si kecil dibawah ini!

1. Puskesmas disesuaikan dengan domisili

Setiap desa, pasti setidaknya memiliki satu tempat kesehatan atau puskesmas. Apalagi, puskemas yang dibangun di daerah padat penduduk seperti perkotaan, pasti daengan sangat mudah dapat kalian temukan. Umumnya, lokasi puskesmas akan berdekatan dengan kelurahan.

Karena masih bayi, mungkin beberapa orang tua ada yang belum membuatkan kartu BPJS untuk buah hatinya.  Tapi, kalian tidak perlu khawatir, meskipun tidak memiliki kartu BPJS, baik orang tua maupun anak-anak atau bahkan bayi sekalipun, dapat berobat di puskesmas terdekat.

Imunisasi yang dilakukan secara mandiri, biasanya akan menghabiskan banyak biaya. Perkiraan harga vaksin yang berlaku untuk rumah sakit, rata-rata menghabiskan biaya mulai dari Rp 200.000,- sampai dengan Rp 1.350.000 keatas tergantung dari jenis vaksin yang hendak disuntikkan.

Namun, untuk biaya imunisasi di puskesmas yang tersedia untuk usia anak mulai dari 0 sampai dengan usia 5 tahun, biayanya kurang lebih sekitar Rp 350.000,- hingga Rp 400.000,-. Tidak semahal ketika melakukan vaksin di rumah sakit yang mencapai harga jutaan rupiah.

Mari, kita mulai menghitung! Misal, kalian memiliki bayi masih berusia 0 bulan. Maka, saat memasuki satu bulan pertama, bayi wajib diberikan vaksin polio pertamanya dengan kisaran harga Rp 125.000,- sampai Rp 375.000,-. Kemudian, vaksin akan diberikan lagi ketika si kecil memasuki usia dua, tiga, dan empat bulan.

Secara keseluruhan, untuk pemberian vaksin polio si kecil, mengeluarkan biaya kurang lebih sekitar Rp 500.000,- hingga Rp 1.500.000,-. Tentu jumlah tersebut, setara dengan pemberian vaksin pertama yang dilakukan di rumah sakit. Selain lebih hemat, si kecil juga sama sehatnya dengan anak yang divaksin di rumah sakit.

2. Perhatikan jam operasional puskesmas

Tidak seperti rumah sakit yang jam kerjanya berlaku hingga 24 jam non stop. Entah itu hari libur besar, ataupun tanggal-tanggal merah lainnya tidak berlaku untuk para tenaga medis di rumah sakit. Berbeda dengan puskesmas. Ada waktu-waktu tertentu bagi para pasien untuk dapat berobat di puskesmas.

Karena jam operasional puskesmas yang terbatas itulah, maka diberlakukan sistem nomor antrean. Umumnya, puskesmas buka mulai dari pukul 09.00 sampai dengan 14.00 WIB tidak sampai sore hari. Sebagai contoh, salah satu puskesmas Ragunan, hanya menyediakan nomor antrean hingga 100 nomor saja.

Setelah mencapai angka 100, secara otomatis kasir puskesmas akan tutup dan tidak memperbolehkan siapapun melakukan pendaftaran lagi pada hari itu. Oleh sebab itu, banyak orang tua yang terlebih dahulu mengambil nomor antrean sejak dibukanya puskesmas, yakni pada pukul 9 pagi.

3. Membawa buku kesehatan si kecil

Si kecil, pasti mendapatkan buku kesehatan dari dokter yang telah memeriksannya sejak bayi. Para orang tua, wajib membawa buku riwayat kesehatan tersebut, saat melakukan imunisasi di puskesmas. Selain untuk memberikan kemudahan diagnosa oleh dokter terhadap si kecil , para ibu juga dapat turut memperhatikan catatannya.

Beberapa informasi yang menjelaskan tentang biaya imunisasi di puskesmas, biaya imunisasi di puskesmas 2021, dan biaya imunisasi di puskesmas tanpa BPJS dapat berubah sewaktu-waktu. Terutama, nominal uang yang disebutkan di penjelasan tidak bersifat mutlak. Semoga bermanfaat dan sehat selalu.