Cara Menghemat Energi Listrik

Cara menghemat energi listrik sepertinya harus dilakukan dari sekarang. Energi listrik adalah bagian penting dari kehidupan seluruh umat manusia. Tak bisa dipungkiri bahwa hampir semua kegiatan manusia membutuhkan listrik. Konsumsi listrik nasional bahkan semakin meningkat dari tahun ke tahun, lho.

Di Indonesia, data pemakaian listrik hanya sebesar 910 kilowat jam (kWh) per kapita pada taun 2015. Namun, angka tersebut justru meningkat menjadi 1.084 kWh per kapita pada tahun 2019.

Read More

Indonesia mempunyai produksi listrik yang didominasi Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU). PLTU adalah pembangkit listrik yang memakai energi kinetic dari uap. Pembangkis listrik tersebut membutuhkan bahan bakar seperti batu bara atau minyak bakar untuk menghasilkan energi panas dari uap.

Meski begitu, keberadaan bahan bakar tersebut semakin berkurang, sedangkan cadangan batu bara negara diperkirakan bakal habis sekitar tahun 2096 mendatang. Oleh karena itu, masalah tersebut menyadarkan semua orang untuk mulai menghemat listrik dari sekarang.

Cara Menghemat Energi Listrik
Cara Menghemat Energi Listrik

Manfaat Menghemat Energi Listrik

Cara menghemat energi listrik adalah sesuatu yang sangat baik, lho. Jika kamu sudah membiasakan diri melakukannya, maka bisa merasakan berbagai macam manfaat dalam jangka panjang sebagai berikut :

  • Mencegah arus pendek listrik.
  • Mengurangi polusi udara.
  • Menghemat pengeluaran.
  • Menambah usia pemakaian peralatan elektronik.
  • Meningkatkan kesejahteraan hidup.

Cara Menghemat Energi Listrik

Secara umum cara menghemat energi listrik tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Bahkan, anak-anak sampai orang dewasa bisa melakukannya demi menjaga keberlangsungan hidup di masa depan. Kamu juga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup di mana pengurangan konsumsi listrik bisa membuat kehidupan semakin sehat.

Terkait:  Cara Menghemat Baterai Xiaomi

Walaupun sepele, siapa sangka bila semua orang yang membiasakan diri menghemat listrik maka bisa membantu negara memangkas pengeluaran di mana berujung utang akibat konsumsi energi listrik berlebih.

Langkah 1: Menghemat Air

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang berkaitan erat dengan listrik. Apabila kamu mampu menghemat air setiap hari, maka kamu bisa membantu negara untuk mengurangi pemakaian listrik berlebih, lho.

Secara umum banyak pompa air yang membutuhkan tenaga listrik, sedangkan kebiasaan menghemat air juga bisa membantu mengurangi pemakaian listrik. Jangan heran bila tagihan listrik bulananmu akan berkurang, akibat membiasakan diri untuk menggunakan air sesuai dengan kebutuhan.

Langkah 2: Mematikan Peralatan Elektronik yang Tidak Dipakai

Cara menghemat energi listrik berikutnya adalah mematikan perangkat elektronik yang tidak digunakan. Kamu bisa mematikan beberapa benda elektronik seperti TV, kipas angin, lampu, AC dan peralatan lainnya ketika tidak dipakai.

Kamu bukan hanya menghemat listrik, namun memangkas pengeluaran bulanan untuk iuran listrik. Selain itu, kebiasaan ini merupakan usaha untuk menjaga supaya semua peralatan elektronik bisa dipakai lebih lama, sedangkan risiko kerusakan jarang terjadi.

Langkah 3: Memakai Lampu Hemat Energi

Apabila kamu tidak bisa mematikan lampu saat momen tertentu, dampaknya adalah tagihan listrik juga bertambah. Namun, kamu mampu menyiasatinya dengan menggunakan lampu hemat energi, lho. Lampu LED merupakan solusi terbaik supaya kamu bisa beraktivitas lebih nyaman di dalam ruangan yang terang.

Lampu ini mempunyai daya lebih rendah tapi penerangannya tetap stabil. Tak hanya itu, pemakaian lampu LED juga bisa membuat tagihan listrik berkurang meski dipakai setiap hari.

Langkah 4: Mencabut Peralatan Elektronik dari Sumber Listrik

Apabila kamu sudah tidak menggunakan beberapa perangkat elektronik, sebaiknya cabut dari sumber listrik. Gunanya supaya kamu bisa memangkas iuran listrik bulanan, sedangkan kebiasaan ini pun mampu menghemat listrik jangka panjang.

Terkait:  Nomor Referensi Token Listrik

Jika kamu baru saja mengisi ulang baterai ponsel, alangkah baiknya cabut charger dari sumber listrik. Apabila dibiarkan menempel dalam waktu yang lama, listrik akan terbuang sia-sia dan kamu akan menerima tagihan listrik lebih besar akibat mengabaikan hal-hal sepele tersebut.

Langkah 5: Mengurangi Pemakaian Mesin Cuci

Orang-orang terkadang malas mencuci pakaian secara manual. Namun, siapa sangka bila pemakaian mesin cuci secara terus menerus akan berdampak terhadap tagihan listrik semakin besar. Kamu bisa menyiasatinya dengan mengurangi penggunaan benda elektronik tersebut.

Caranya, sebaiknya kamu tidak menumpuk semua pakaian kotor untuk dicuci dalam waktu yang lama. Kamu bisa mencuci pakaian paling tidak 2-3 hari sekali, sehingga jumlah baju kotor tidak dapat bertambah dan pemakaian listrik semakin berkurang.

Langkah 6: Membersihkan Freezer Secara Rutin

Cara menghemat energi listrik berikutnya adalah membersihkan freezer secara rutin. Freezer adalah bagian penting dalam setiap lemari es. Apabila kamu tidak pernah membersihkannya, maka batu es bisa menumpuk dan mengeras.

Dampaknya adalah lemari es akan bekerja lebih keras dan pemakaian listrik semakin meningkat. Tak hanya itu, biang es pun mengakibatkan kulkas cepat rusak, lho. Kamu bisa membersihkan batu es paling tidak sepekan sekali, sehingga dapat menjaga kulkas bekerja dengan normal.

Langkah 7: Memakai Timer AC

Indonesia merupakan salah satu negara tropis di mana suhu udaranya terbilang panas saat musim kemarau tiba. Jangan heran sebagian besar masyarakat, apalagi mereka yang tinggal di wilayah perkotaan akan selalu menggunakan AC untuk membuat suhu udara sekitar tetap sejuk.

Sayangnya, penggunaan AC berlebih justru mengakibatkan tagihan listrik membengkak. Kamu bisa menyiasatinya dengan memakai timer AC. Gunanya supaya pendingin ruangan bisa mati otomatis saat suhu udara sudah benar-benar dingin dan sejuk.

Terkait:  Cara Mengisi Listrik Pulsa

Langkah 8: Menjemur Pakaian Dibawah Sinar Matahari

Biasanya seseorang yang sedang mencuci pakaian dengan mesin cuci akan menggunakan pengeringnya juga, sehingga semua baju dan celana dapat kering lebih cepat. Tak bisa dipungkiri bila kebiasaan tersebut justru mengakibatkan tagihan listrik semakin mahal.

Gunakan pengering pada mesin cuci seperlunya, contohnya saat sedang turun hujan. Jika cuaca sedang panas, maka kamu bisa menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung dan pemakaian listrik pun semakin hemat.

Langkah 9: Memasak Nasi dengan Air Panas

Orang Indonesia hampir sering memasak nasi di rice cooker dengan menggunakan air dingin. Namun, kebiasaan ini sebenarnya menyebabkan tagihan listrik semakin mahal. Walaupun tidak sepenuhnya salah, sebaiknya kamu beralih menggunakan air panas saat memasak nasi di rumah.

Gunanya supaya kamu bisa mempercepat waktu dan nasi bisa langsung disantap. Selain itu, pemakaian listrik lebih rendah agar kamu tidak dapat menghabiskan biaya iuran yang disebabkan penggunaan rice cooker berlebih.

Langkah 10: Mematikan Lampu ketika Tidur

Cara menghemat energi listrik di rumah terakhir adalah mematikan lampu saat tidur. Umumnya bahwa semua orang yang sedang tidur lelap tidak pernah membutuhkan pencahayaan ekstra. Jika kamu butuh pencahayaan ketika tidur, sebaiknya gunakan lampu hemat energi.

Kebiasaan mematikan lampu saat sedang tertidur di malam hari juga berdampak baik untuk kesehatan, lho. Kamu bisa tidur lelap dengan cepat, sedangkan tubuh mampu merelaksasi semua otot akibat tingkat pencahayaan yang lebih rendah.

Demikian pembahasan tentang cara menghemat energi listrik di rumah yang benar. Jangan lupa bagikan informasi penting di atas agar kamu dapat meningkatkan keberlangsungan hidup dengan penggunaan listrik seperlunya.

Rate this post

Related posts