Home » Bayar » Biaya Balik Nama Rumah KPR

Biaya Balik Nama Rumah KPR

Berapa besaran Biaya Balik Nama Rumah KPR? Saat impian mempunyai rumah sudah di depan mata, mungkin kamu juga mempertanyakan beberapa biaya susulan yang bisa saja muncul.

Secara umum, KPR atau yang juga disebut dengan Kredit Pemilikan Rumah, merupakan produk pembiayaan atau pinjaman yang diberikan pada pembeli rumah. Skema yang digunakan dalam pembiayaan, hingga dengan persentasi tertentu, diatur sesuai dengan harga rumah atau properti.

Bagaimana dengan cara kerja KPR itu sendiri? Nah, jika anda menggunakan sistem KPR, maka tidak harus menyediakan dana secara tunai untuk bisa memiliki rumah.

Pasalnya, anda sebagai nasabah hanya cukup menyediakan dana untuk membayar down payment (DP) atau uang muka saja. Intinya, tidak diperlukan uang penuh untuk mewujudkan membeli rumah idaman.

Dan saat impianmu untuk segera mempunyai rumah sudah terwujud, pasti ada rasa senang, bangga, dan juga terharu. Pasalnya penantian yang diidamkan selama ini tidaklah sia-sia, dan membuahkan hasil sesuai yang direncanakan.

Akan tetapi, tidak sepantasnya juga kamu terlalu senang yang berlebihan. Sebab setelah membeli rumah, kamu juga harus menyiapkan beberapa biaya untuk sejumlah kebutuhan lain. Apa saja kebutuhan yang dimaksud?

Biaya Balik Nama Rumah KPR

Biaya Balik Nama Rumah KPR

Biaya balik nama status kepemilikan rumah pada dasarnya berbeda pada setiap wilayah. Semua tergantung dari luas dan juga harga rumah ketika transaksi jual beli dilakukan.

Pasalnya, rumah yang sudah dibeli tidak serta merta menjadi hak milik kamu sepenuhnya. Tentu sebelum kami mengurus surat balik nama atas hak bangunan yang dimaksud.

Teruntuk rumah yang proses pembelian melalui developer, maka pihak developer akan membantu dan langsung mengurusnya untuk kamu. Sehingga kamu pun bisa tinggal terima bersih dari proses pembelian tersebut.

Sedangkan untuk rumah yang dibeli secara mandiri atau dari orangnya langsung, maka kamu harus mengurus sendiri balik nama kepemilikan rumah tersebut.

Secara umum, besaran biaya balik nama rumah KPR ialah sebesar 2% dari nilai transaksi atau harga rumah yang sebenarnya. Dalam hal ini, semakin mahal total transaksi, maka akan semakin besar pula biaya balik nama yang perlu kamu bayar.

Sebagai contoh : Jika harga rumah yang kamu beli sebesar Rp 100 juta, maka biaya balik nama ialah sebesar Rp 2 juta.

Terlepas dari biaya balik nama rumah KPR diatas, tentu ada beberapa biaya susulan yang nantinya perlu kamu perhitungkan.

Mungkin akan tampak sederhana, dan bisa jadi biaya yang kami maksud tidak masuk dalam anggaran pembelian rumah idaman yang kami inginkan.

Akan tetapi, nyatanya biaya susulan ini juga patut dipersiapkan. Sehingga kamu mempunyai rumah secara utuh dan sudah lengkap dengan aksesoris didalamnya.

Yang menjadi poin pertanyaan disini ialah, apa saja biaya lain yang harus dikeluarkan setelah membeli rumah KPR? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut rangkuman yang bisa kamu simak :

1. Biaya Pengecekan Sertifikat Rumah

Bisa disebut jika sertifikat merupakan dokumen wajib yang patut kamu tanyakan saat menjadi aktivitas jual-beli rumah. Tujuannya ialah untuk menghindari terjadinya sengketa tanah di kemudian hari.

Bermula dari sertifikat ini, maka kamu bisa melihat apa rumah yang dimaksud benar-benar sudah sah menjadi hak milik pribadi, atau memang masih menjadi hak milik penjual.

Langkah pengecekan bisa kamu lakukan di kantor-kantor pertanahan yang ada disekitar tempat tinggal kamu. Supaya pengecekan lebih cepat di proses, aka coba bawa sertifikat asli, KTP, serta bukti pelunasan PBB pada tahun terakhir.

Kamu jangan khawatir tentang besaran biaya, biasanya biaya tergantung dengan luas tanah, PBB, dan yang lainnya. Akan tetapi secara umum, biayanya tidaklah lebih dari Rp 500 ribu.

2. Biaya Aksesoris Atau Furniture

Saat kamu membeli atau baru mempunyai rumah, tentu kurang afdol rasanya jika tidak dilengkapi dengan furniture. Sehingga, diharuskan membeli beberapa peralatan supaya rumah tampak berisi dan enak dipandang.

Untuk membeli biaya perabotan pun tentu tidak bisa kamu anggap sepele. Sebab harga per barang bisa saja mencapai jutaan atau bahkan belasan juta.

Jika perabotan yang kamu beli lumayan banyak. Siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Nah, supaya lebih hemat, coba kamu lebih dulu mencari referensi tentang harga dari beberapa merek perabotan di toko online.

Selanjutnya, bandingkan dengan harga peraabotan yang ada di toko offline dari merek atau produk yang sama. Jika harga perabotan online lebih murah, serta mendukung pegiriman ke alamat tempat tinggal kamu, maka akan lebih baik membeli online saja.

Ada beberapa keunggulan dari pembelian barang secara online. Selain bisa mendapat harga lebih murah, tentu kamu juga akan menghemat waktu dan tenaga.

3. Biaya Balik Nama / Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Pada kenyataannya, rumah juga akan dikenakan pajak. Tidak berbeda dengan kendaraan yang kamu miliki serta penghasilan yang diterima setiap bulannya.

Untuk biaya pajak PBB yang harus dibayar, tergantung dengan luas bangunan secara keseluruhan. Dalam hal ini, semakin besar bangunan, maka akan semakin mahal pula pajak bangunan yang harus dibayarkan ke kantor perpajakan.

Tentunya, biaya ini wajib kamu bayarkan setiap bulan. Jika tidak dibayar, maka kamu akan dikenakan denda atau sanksi tegas dari pihak perpajakan. Intinya, bayarlah pajak secara tertib dan upayakan menjadi warga negara yang baik.

4. Biaya Asuransi Rumah

Tidak hanya diri dan kesehatan saja yang perlu diasuransikan, namun rumah yang kamu punya pun juga harus mempunyai asuransi.

Dengan mengasuransikan rumah maka bisa mengurangi risiko kerugian yang disebabkan oleh hal tidak terduga di kemudian hari. Apalagi rumah kamu berada pada lokasi yang rawan bencana.

Beberapa bencana yang sangat rawan terjadi ialah kebanjiran, kebakaran, atau beberapa peristiwa lain yang bisa dimasukkan dalam kebijakan perusahaan asuransi. Jika tidak diasuransikan, maka biayayang harus dibayar saat terkena musibah juga akan lebih besar.

Untuk besaran biaya yang harus dibayar, tentu tergantung dengan jenis perlindungan dan juga perusahaan asuransi yang kamu pilih.

Selain itu, biaya juga terpengaruh oleh keuntungan yang kamu peroleh. Semakin besar premi, maka biaya pertanggungan yang diperoleh juga akan semakin besar, begitupun sebaliknya.

Dalam hal ini, kamu hanya perlu menyesuaikan produk asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar premi.

5. Biaya Renovasi Rumah

Teruntuk kamu yang membeli rumah sudah terpakai (bisa dibilang bekas), maka perlu disiapkan dana untuk melakukan renovasi. Tidak menutup kemungkinan rumah yang kamu beli sudah mengalami beberapa kerusakan.

Elemen rumah yang paling umum diperbaiki ialah genteng, dinding, lantai, dan beberapa alat kelistrikan. Sedangkan untuk total biaya yang harus dikeluarkan, tegantung seberapa parah tingkat kerusakan.

Agar kamu tidak kaget dan lebih merasa aman, akan lebih baik menyiapkan dana yang lebih besar. Jika memang ada dana yang tidak terpakai, lebih baik ditabung atau di investasikan.

Intinya, mempunyai simpanan tidaklah rugi untuk diterapkan. Bahkan anda akan merasa untung dikarenakan bisa bernafas lega jika di kemudian hari ada insiden tidak terduga.

Demikianlah sedikit ulasan yang bisa kami rangkum, semoga bisa membantu!