Home » Asuransi » Biaya Asuransi Kesehatan

Biaya Asuransi Kesehatan

Seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Biaya Asuransi Kesehatan pun menjadi faktor yang sering dipertanyakan. Hal ini tidak lepas dari jenis proteksi dan premi yang harus dibayar.

Seperti yang kita ketahui, premi asuransi merupakan sejumlah uang yang wajib dibayar oleh setiap nasabah asuransi yang terdaftar. Biaya tersebut dibayar kepada pihak asuransi sebagai pihak penanggung.

Sedangkan untuk jumlah uang yang harus dibayar setiap bulannya, sudah merupakan ketentuan dari perusahaan asuransi. Yakni dengan memperhatikan keadaan setiap nasabah. Kondisi ini juga sebagai tanda premi antara satu nasabah dengan yang lain berbeda.

Fungsi premi asuransi disini, ialah sebagai pengembalian keuangan kepada nasabah yang terdaftar atas kerugian. Khususnya yang terjadi sewaktu-waktu di kemudian hari.

Sebagai contoh, jika kamu sudah membayar premi asuransi kesehatan, serta sewaktu-waktu kamu sakit dan perlu perawatan. Maka pembiayaan selama di rumah sakit bisa ditanggung atau setidaknya diringankan oleh pihak perusahaan asuransi.

Biaya Asuransi Kesehatan

Biaya Asuransi Kesehatan

Sebelumnya, kamu juga harus paham dengan beberapa faktor yang ikut berpengaruh pada jumlah premi asuransi kesehatan. Sebab tinggi rendahnya premi, ditentukan oleh faktor tersebut.

Salah satunya ialah jenis atau produk asuransi yang dipilih. Jika kamu memilih jenis asuransi kesehatan yang berlandaskan investasi, maka sudah bisa dipastikan bahwa biayanya lebih tinggi dari jumlah premi biasanya.

Sedangkan untuk faktor kedua, ialah tanggungan klaim yang akan diterima oleh nasabah. Hal ini berdasar pada produk layanan yang diberikan oleh pihak perusahaan asuransi.

Umumnya, setiap perusahaan asuransi akan menyediakan berbagai pilihan tanggungan asuransi yang berbeda. Bahkan jumlah premi asuransi yang harus dibayar juga berbeda dan sudah tertera pada dokumen polis asuransi.

Berikut terdapat beberapa contoh kondisi yang menjadikan premi asuransi kesehatan menjadi lebih mahal. Apa saja?

  1. Orang sudah sudah mempunyai kondisi penyakit bawaan atau turunan. Umumnya premi yang harus dibayar lebih tinggi dibanding orang yang sehat.
  2. Orang yang mempunyai kebiasaan merokok cenderung akan membayar premi lebih tinggi dibanding yang tidak merokok.
  3. Kondisi orang yang mempunyai kelebihan berat badan (obesitas).

Poin yang juga tidak kalah penting, khususnya dalam menentukan produk asuransi yang dipilih. Yakni perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta pendapatan kamu setiap bulan.

Cara Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Setidaknya, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan dalam menentukan asuransi kesehatan yang baik. Hal ini dijelaskan oleh literatur serta pendapat dari perencana keuangan. Beberapa faktor tersebut ialah :

1. Cashless

Dengan memilih sistem cashless, maka penggantian klaim akan menjadi sangat mudah. Ketika kamu masuk rumah sakit, maka tidak harus membayar biaya. Akan tetapi, cukup dengan menyelesaikan tagihan dengan menggesek kartu asuransi.

Intinya, kamu tidak harus bayar dimuka, yang selanjutnya masih harus di reimburse ke asursansi (reimbursement).

Akan tetapi, cashless ini memberikan syarat rumah sakit tempat kamu dirawat sudah bekerjasama dengan pihak asuransi. Sebab rumah sakit harus mempunyai dan memasang mesin untuk menggesek kartu asuransi.

Jika tidak mempunyai kerjasama, meski asuransi sudah memiliki sistem cashless, maka kamu terpaksa harus membayar dimuka terlebih dahulu. Kemudian menyelesaikan dengan reimbursement.

2. Jaringan Rumah Sakit Luas

Klaim cashless tidak bisa dilakukan pada rumah sakit yang tidak mempunyai kerjasama dengan pihak asuransi. Maka dari itu, pilihlah asuransi yang mempunyai jaringan kerjasama dengan banyak rumah sakit.

Dalam hal ini, kamu perlu memastikan bahwa rumah sakit langganan kamu bekerjasama dengan asuransi kesehatan yang akan dipilih.

3. Plafond dan Premi Yang Sesuai

Poin idealnya, plafond asuransi kesehatan yang dipilih harus sesuai dengan keinginan. Apabila skema yang diambil rendah, khususnya saat dirawat inap. Maka kamu harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menutupi kekurangan yang tidak dijamin dalam asuransi.

Hal ini tentu tinggi dari plafond sangat berhubungan dengan besarnya premi. Semakin mahal harga kamar rumah sakit, maka semakin mahal juga premi yang harus dibayar.

Sehingga, kamu harus menyesuaikan premi dengan kemampuan. Jangan justru memberatkan kondisi keuangan kamu dan keluarga.

4. Asuransi Kesehatan Murni

Biaya Asuransi Kesehatan tidak lepas dari jenis atau produk yang dipilih. Sehingga, pilihlah asuransi eksehatan yang berdiri sendiri atau bukan merupakan rider asuransi jiwa unit-link.

Pada asuransi unit-link, premi akan terbagi untuk asuransi jiwa, investasi, dan asuransi kesehatan. Sehingga porsi untuk asuransi kesehatan lebih kecil.

Terlebih lagi, ada beberapa potongan biaya unit-link yang jumlahnya terbilang lumayan. Yang itninya, makin mengurangi premi asuransi kesehatan.

Sedangkan untuk asuransi murni, premi hanya diperuntukkan untuk pertanggungan biaya kesehatan serta biaya potongan pun tidak terlalu besar.

5. Prioritaskan Rawat Inap

Biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan ialah rawat jalan dan rawat inap. Akan lebih baik jika kamu fokuskan pada asuransi yang menanggung rawat inap.

Hal ini karena biaya perawatan yang dibutuhkan lebih besar. Apabila memang mempunyai uang lebih, bisa juga dengan mengambil tambahan asuransi rawat jalan.

6. Tanpa Limit Perawatan

Pihak asuransi umumnya menetapkan limit atau plafond yang membatasi jumlah maksimum klaim biaya kesehatan. Biasanya asuransi menetapkan dua jenis limit, yakni limit gabungan semua perawatan serta limit per perawatan.

Sebagai contoh, limit pertama membatasi gabungan semua biaya perawatan Rp 250 juta dalam setahun, sedangkan limit perawatan bedah Rp 10 juta dalam setahun.

Dalam hal ini, ada pihak asuransi yang hanya menerapkan limit pertama. Namun adapula yang menggunakan limit kedua atau bahkan menggunakan kedua limit secara bersamaan.

Akan lebih baik jika kamu memilih asuransi yang menerapkan lmit pertama. Atau setidaknya tidak memberikan pembatasan pada biaya per perawatan.

7. No Auto Debit

Meski tampak begitu mudah dan pembayaran premi tampak ringan. Namun kamu harus hati-hati dengan pembayaran auto debit kartu kredit.

Apabila memang terpaksa menggunakan metode ini, perlu dipastikan kamu mengetahui kapan pembayaran dimulai serta bagaimana proses berhenti.

8. Hindari Asuransi Via Telepon

Saat ini, tawaran asuransi kesehatan melalui sambungan telepon semakin banyak bermunculan. Umumnya, juga sudah bekerjasama dengan penerbit kartu kredit.

Ada hubungannya dengan produk yang cukup kompleks, maka akan lebih baik jika direnungkan terlebih dahulu. Lakukan analisa, serta jika sempat riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

Pasalnya, kami tidak menyarankan kamu mengambil keputusan seketika, tepatnya saat penawaran oleh telemarketing.

9. Masa Tunggu Penyakit

Asuransi kesehatan mensyaratkan masa tunggu. Tepatnya pada beberapa jenis penyakit yang tidak bisa diklaim selama jangka waktu tertentu, sejak tanggal masa berlaku asuransi.

Ada yang menetapkan penyakit yang baru bisa diklaim selama 12 bulan kemudian. Namun adapula yang lebih lama ataupun lebih sebentar.

Dalam hal ini, setiap perusahaan asuransi menetapkan peraturan yang berbeda. Sehingga kamu perlu mempelajari isi polis asuransi yang nantinya kamu beli.

10. Asuransi Kesehatan Keluarga

Secara umum, orang akan mengambil jenis asuransi kesehatan yang tidak hanya untuk individu, namun juga untuk keluarga.

Maka dari itu, kamu perlu memilih asuransi kesehatan jeluarga yang memang bagus serta murah. Beberapa hal yang patut dipelajari ialah :

  • Asuransi kesehatan yang memang terbaik untuk keluarga.
  • Penerapan premi keluarga yang lebih murah.
  • Tersedia fasilitas cashless untuk keluarga.
  • Serta asuransi kesehatan yang baik untuk anak. Sebab biaya pengobatan anak umumnya lebih besar.

Demikianlah ulasan singkat yang bisa kami ulas. Semoga bisa membantu.