Cara Mengatur Keuangan Pribadi

Cara Mengatur Keuangan Pribadi

Bagaimana cara mengatur keuangan pribadi dengan benar? Sayangnya, banyak orang masih belum tahu soal itu. Finansial merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan semua orang, sedangkan segala sesuatu sekarang tidak bisa lepas dari uang.

Orang-orang bahkan ingin tahu bagaimana cara mengatur keuangan dengan gaji kecil, apalagi ketika saldo rekening menipis, padahal gaji terbilang cukup tinggi. Kondisi ini bahkan sering dialami banyak orang yang mana uang mereka selalu cepat habis secara tiba-tiba.

Apabila kamu merasakannya, biasanya masalah ini disebabkan oleh pengelolaan dan perencanaan keuangan yang buruk. Pengeluaran tidak terkendali menjadi masalah utama neraca keuanganmu sangat kacau. Selain itu, kebiasaan utang piutan merupakan salah satu penyebab mengapa kamu tidak bisa mengatur keuangan dengan baik.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kamu bisa mengelola finansial secara cermat, salah satunya menggunakan catatan keuangan terstruktur dan mengutamakan pengeluaran primer lebih besar dibandingkan lainnya.

Cara Mengatur Keuangan Pribadi
Cara Mengatur Keuangan Pribadi

Cara Mengatur Keuangan Pribadi

Usia dewasa merupakan momen tepat untuk mengatur dan mengelola keuangan dengan bijak. Seiring bertambah umur juga menuntut kamu lebih cermat dan hati-hati saat menggunakan uang, apalagi ketika membedakan kebutuhan dan keinginan.

Apabila seseorang punya penghasilan besar, biasanya kebutuhannya pun semakin banyak. Walaupun pernyataan ini tidak selalu salah, namun sebaiknya kamu mencari tahu bagaimana cara mengatur keuangan pribadi sehingga rekeningmu tidak jebol ketika baru menerima gaji bulanan.

Terkait:  Cara Menonaktifkan WhatsApp Sementara

Langkah 1: Memiliki Catatan Keuangan Pribadi

Jika kamu tidak mempunyai catatan keuangan pribadi, kamu akan sulit mengatur keuangan dengan baik. Catatan ini berguna menjadi langkah paling dasar saat kamu sedang berencana mengelola finansial jangka panjang.

Apabila kamu mencatat keuangan pribadi secara berkala, kamu akan tahu kemana saja uang yang sudah dihasilkan tersebut dibelanjakan. Tak hanya itu, kamu juga bisa tahu pengeluaran apa saja yang perlu dikurangi atau ditambah sesuai dengan kebutuhan sebagai tujuan keuanganmu pribadi.

Langkah 2: Membuat Anggaran Bulanan

Kamu harus membuat anggaran bulanan secara terstruktur, sedangkan kamu perlu menerapkan konsep 40-30-20-10. Bagaimana caranya? Berikut adalah rincian konsep tersebut, yakni :

  • 40% : biaya pengeluaran harian seperti kebutuhan belanja dan tagihan bulanan.
  • 30% : pembayaran cicilan utang (bila ada).
  • 20% : menabung atau investasi untuk masa depan.
  • 10% : sedekah dan zakat.

Langkah 3: Mengatur Pengeluaran dengan Benar

Atur pengeluaran dengan benar dan bijak, di mana pengeluaran bulanan diutamakan untuk membayar cicilan atau utang terlebih dulu (bila ada). Apabila kamu bergabung sebagai anggota BPJS Kesehatan, maka kamu bisa membayar tunjangannya dulu.

Jika pengeluaran tersebut ditanggung pemberi kerja, kamu merasa lega dan mampu memanfaatkan uangnya untuk kebutuhan lain. Selain itu, sisihkan sekitar 10-20% pendapatanmu untuk disimpan ke dalam rekening tabungan sehingga dapat digunakan sebagai uang darurat.

Langkah 4: Menabung

Pepatah “Rajin Pangkal Pandai, Hemat Pangkal Kaya” memang benar. Peribahasa ini mengajarkanmu untuk mengelola uang dengan bijak. Kamu bisa menyisihkan sebagian kecil pendapatanmu dengan menyimpannya ke dalam rekening tabungan.

Secara umum tidak seorang pun bisa memprediksi bahkan mengetahui sesuatu di masa depan. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membiasakan diri menabung paling tidak sebesar 10% dari penghasilanmu. Gunanya agar kamu dapat menutupi masalah keuangan di kemudian hari.

Terkait:  Cara Mengatur Keuangan

Langkah 5: Mulai Investasi

Investasi sudah menjadi sesuatu yang bisa menolongmu dari masalah keuangan di masa depan. Kamu bisa memilih berbagai macam instrumen investasi sesuai kebutuhan seperti saham, obligasi, reksadana, emas dan lainnya berdasarkan tingkat risikonya masing-masing.

Jika kamu baru pertama kali berinvestasi, sebaiknya pilih instrumen dengan risiko paling rendah terlebih dulu. Semakin bertambah umur, hasil investasinya semakin bertambah dan kamu akan merasakan manfaatnya di masa senja nanti.

Langkah 6: Melunasi Cicilan dan Utang Tepat Waktu

Jika kamu punya cicilan atau utang setiap bulannya, contohnya kartu kredit atau KPR, sebaiknya kamu melunasinya tepat waktu. Tujuannya supaya kamu bisa terhindar dari suku bunga terlalu tinggi bila mengalami keterlambatan pembayaran sesuai tempo.

Apabila kamu punya cicilan kartu kredit, alangkah baiknya selalu melakukan pembayaran penuh, bukan berdasarkan jumlah minimal pembayaran. Gunanya agar kamu dapat mencegah kebiasaan konsumtif di mana uang dihamburkan untuk hal-hal tidak penting.

Langkah 7: Menyediakan Dana Darurat

Biasanya dana darurat selalu disiapkan untuk mengantisipasi berbagai macam hal tidak terduga maupun mendesak seperti sakit, kecelakaan maupun situasi di mana kamu tidak punya pemasukan sama sekali.

Besarnya dana darurat setiap individu pasti berbeda, namun umumnya adalah 10 kali lipat lebih besar dibandingkan penghasilan bulanan. Kamu harus mempunyai dana darurat dimana hal-hal tidak terduga pasti terjadi dan dialami semua orang, sehingga dapat mengatasinya dengan uang tersebut.

Langkah 8: Membuat Dua Rekening Berbeda

Kamu harus membuat dua rekening berbeda, di mana rekening pertama untuk melakukan transaksi penghasilan bulanan dan keduanya sebagai tabungan jangka panjang. Maka dari itu, kamu hanya bisa menggunakan rekening pertama untuk setor atau tarik tunai.

Terkait:  Cara Menghitung Pajak Mobil

Biasanya rekening terpisah selalu dimanfaatkan orang-orang sebagai tempat penyimpanan dana darurat. Apabila kamu sudah membuat dua rekening terpisah, maka kamu bisa menabung lebih banyak dan tidak berani mengambil uang yang sudah disimpan ke dalamnya.

Langkah 8: Mempunyai Asuransi dan Kesehatan Jiwa

Tak sedikit orang belum tahu manfaat asuransi dan kesehatan jiwa. Walaupun dampaknya tidak sekarang, tapi manfaatnya bisa dinikmati saat usia senja. Siapapun tidak ingin sakit berkepanjangan, bukan? Oleh karena itu, kamu harus mengatasi kondisi tersebut dengan asuransi.

Jika kamu sudah mempunyai asuransi, maka bisa melakukan pembayaran lebih cepat dan mudah. Selain itu, kamu akan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di mana semua dana kesehatan sudah ditanggung oleh pihak asuransi.

Langkah 9: Menyiapkan Dana Pensiun

Kamu bisa menyiapkan perencanaan sebelum masa pensiun tiba. Usia pensiun merupakan masa di mana kamu tidak akan dituntut untuk mencari penghasilan lagi, namun fase menikmati masa senja bersama keluarga.

Kamu juga perlu menyeimbangi gaya hidup ketika masa pensiun sesuai dengan kemampuan dan situasi itu sendiri. Jika kamu berencana memasuki usia pensiun saat menginjak 55 tahun, kamu akan punya waktu paling tidak 25-30 tahun dari sekarang untuk menyiapkan dana pensiun.

Langkah 10: Menghindari Gaya Hidup Konsumtif

Cara mengatur keuangan pribadi terakhir adalah menghindari gaya hidup konsumtif. Seseorang terkadang merasa tergiur mengikuti pola hidup kawan-kawannya yang lebih “wah”, seperti pergi ke café atau mall setiap pekan, rekreasi dan lainnya.

Padahal, bila diperhitungkan dengan seksama bahwa uang yang digunakan untuk keinginan tersebut mampu dimasukkan ke dalam tabungan. Meski begitu, kamu tetap perlu memperhatikan kebahagiaan diri sendiri dengan berlibur sejenak paling tidak sebulan sekali dengan pengeluaran tidak terlalu tinggi.

Demikian pembahasan tentang cara mengatur keuangan pribadi dengan benar. Jangan pernah menerapkan gaya hidup boros dan rajin menabung setiap bulan. Buatlah catatan keuangan sambil menyiapkan dana darurat agar kamu dapat meminimalisir pengeluaran spontan yang mengakibatkan isi dompet cekak.

Similar Posts