Home » Mengatasi » Penyebab Coil Panas pada Mobil

Penyebab Coil Panas pada Mobil

Sudah tahukah kamu apa saja penyebab coil panas pada mobil milikmu? Terdapat banyak komponen yang terlibat secara langsung dalam proses pembakaran pada mobil.

Coil adalah suatu komponen kendaraan yang mempunyai fungsi untuk menghasilkan listrik dengan tegangan tinggi. Tegangan tersebut kemudian dialirkan dari aki mobil yang sebesar 12 volt, diubah naik hingga mencapai lebih dari 25.000 volt. Tegangan tinggi dari coil digunakan untuk proses pembakaran dan menciptakan percikan api pada busi, sehingga mesin bisa bekerja.

Coil mobil dengan keadaan normal dapat menghasilkan tegangan listrik besar. Kebutuhan tegangan listrik untuk proses pembakaran pada mesin mobil pun terpenuhi.

Sayangnya, tidak semua coil mampu menciptakan tegangan listrik sesuai dengan yang dibutuhkan oleh mesin.

Selama terjadi proses kerja pada mesin, coil juga bisa mengalami masalah layaknya komponen lain. Yang paling sering terjadi adalah munculnya panas berlebih dan tak wajar di badan coil. Kira-kira apa penyebab coil panas pada mobil ya?

Kondisi yang terlalu panas kurang baik bagi coil mobil. Suhu panas berlebihan akan menyebabkan arus listrik yang mengalir pada coil berkurang.

Oleh karenanya, medan magnet yang dihasilkan pun semakin kecil. Dalam keadaan tersebut, arus listrik yang dihasilkan juga menjadi kecil, sehingga percikan api tidak cukup untuk melakukan pembakaran. Yang paling dirasakan oleh pengemudi adalah mesin mobil jadi tersendat-sendat tidak mulus.

Dampak terburuk yang terjadi, proses pembakaran tidak akan berlangsung apabila coil tetap dipaksa untuk bekerja dalam kondisi panas. Pembakaran yang tidak terjadi mengakibatkan mobil menjadi mogok, karena busi tidak mengeluarkan api sama sekali.

Namun, sebenarnya apa penyebab coil panas pada mobil ya? Dan apa yang harus dilakukan ketika coil mobil menjadi panas? Yuk, simak info berikut!

Penyebab Coil Panas pada Mobil

Penyebab Coil Panas pada Mobil

Penyebab Coil Panas pada Mobil

Yang namanya komponen benda mati, pasti ada masanya ditemukan kendala, entah mengalami kerusakan atau hanya sekedar macet.

Begitu juga pada kendaraan, yang memiliki banyak komponen untuk menunjang kelancaran dalam berkendara. Salah satu komponen mobil yang rentan mengalami kendala adalah coil.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan coil pada mobil menjadi panas, di antaranya yaitu:

1. Capasitor atau condensor yang lemah (short)

Pada sistem pengapian konvensional, platina merupakan bagian dari komponen utama di dalamnya. Sedangkan condensor mempunyai peran yang sangat penting, yaitu menjaga kestabilan aliran arus listrik saat platina bekerja. Selain itu, condensor juga berperan untuk menyerap output energi listrik yang dihasilkan platina, pada saat kontak dari platina tersebut terputus. Penyerapan energi listrik tersebut dapat mencegah terjadinya kerusakan kontak platina.

Condensor yang lemah (short) akan mengakibatkan aliran arus litrik ke platina terganggu. Kemudian, aliran arus dan tegangan listrik akan lebih banyak masuk ke condensor. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab coil panas pada mobil.

2. Ballast resistor coil mengalami short circuit

Coil menjadi panas pada mobil yang sering terjadi diakibatkan oleh ballast resistor coil mengalami short circuit. Ballast resistor coil ini mempunyai fungsi untuk membatasi aliran arus dan tegangan listrik menuju primary coil. Dengan adanya komponen ini, temperatur dan suhu pada coil akan tetap terjaga.

Ketika ballast resistor coil mengalami short circuit (korsleting), maka arus listrik yang berasal dari aki mobil tidak lagi dibatasi. Akibatnya, arus bertegangan tinggi akan terus menerus melewati coil dan membuat kawat penghantar (coil) menerima energi listrik terlampau besar dan menimbulkan panas berlebih. Besarnya energi listrik tak terbatas yang diterima coil itulah yang menjadi penyebab coil panas pada mobil.

3. Terjadinya kebocoran arus pada coil

Kebocoran arus listrik ini dapat terjadi di badan coil maupun kabel yang terhubung dengan busi. Apabila terdapat kebocoran arus, maka akan menyebabkan proses pengapian busi menjadi lebih kecil dan lemah. Dengan demikian, mesin mobil pun tersendat atau bahkan mogok.

Hal lain yang pasti terjadi ketika ditemukan kebocoran arus listrik yaitu coil yang cepat panas. Kemungkinan besar kebocoran arus diakibatkan oleh usia coil yang cukup tua atau kualitas dari coil yang dipakai sudah tidak bagus lagi.

Dengan demikian, arus listrik dapat menembus ke badan coil dan keluar menuju masa pada badan mesin. Itulah yang menjadi penyebab coil panas lainnya.

4. Primary dan secondary coil mengalami short circuit

Selain pada ballast resistor, korsleting juga bisa terjadi pada primary coil dan secondary coil. Short circuit tersebut mengakibatkan coil menjadi panas. Kumparan di primary coil dan secondary coil, umumnya, sudah terbungkus oleh suatu lapisan isolator cair yang sudah dipadatkan. Sebenarnya, kemungkinan terjadinya korsleting tidak begitu tinggi.

Akan tetapi, pada kondisi tertentu, lapisan tersebut bisa rusak dan menyebabkan short circuit pada kumparan primary dan secondary coil. Kondisi itu mengakibatkan terjadinya aliran arus listrik berjarak pendek. Kejadian ini menjadi salah satu penyebab coil panas pada mobil.

Cara Mengatasi Coil Panas pada Mobil

Coil yang terlalu panas bisa mengakibatkan mesin mati dan mobil menjadi mogok. Padahal coil sudah diganti dengan yang baru, tetapi tetap saja sering mengalami panas berlebih. Jadi, apa yang harus dilakukan ketika menemukan kondisi coil yang panas pada mobil?

 1. Cek kondisi radiator

Hal pertama yang harus dilakukan untuk mengatasi coil panas pada mobil adalah memeriksa radiator. Pastikanlah radiator tidak berkerak, tidak mengalami kebocoran, dan selangnya tidak tersumbat.

Untuk menjaga agar radiator berumur panjang dan awet, gunakanlah air murni yang tidak ada kandungan logamnya sebagai cairan. Logam tersebut dapat menyebabkan timbulnya kerak pada radiator.

Jika ditemukan kerak, isilah radiator dengan air kemasan dan tambahkan coolant. Lakukan terus menerus proses pembersihan radiator, hingga proses pendinginan selesai dan suhu mobil kembali normal.

2. Gantilah coil yang berkualitas

Jangan membeli barang KW untuk setiap komponen pada mesin mobil, apalagi coil. Barang KW memang memiliki harga jual yang murah, tetapi kualitasnya rendah.

Sebagian orang lebih suka membeli coil dengan harga menengah ke atas, tapi lebih berkualitas dan tahan lama.

Belilah coil yang baru untuk mengganti coil bermasalah, tentu saja jenis dan spesifikasinya sesuai dengan mobil tersebut. Ingat, untuk mengganti coil, belilah yang berkualitas dan jauhi coil KW!

3. Resistor pada coil bersifat wajib

Resistor ini berfungsi untuk mengendalikan beban aliran arus listrik. Tanpa adanya komponen ini, coil lebih cepat panas karena beban listrik menjadi tidak terkendali. Jika ingin mengganti coil, selain memperhatikan kualitas, belilah coil yang menggunakan resistor. Apa yang harus dilakukan jika coil baru tidak ada resistor?

Pilihlah coil yang memiliki tiga kutub. Dua kutub berfungsi sebagai kutub positif dan negatif, sedangkan satunya fungsikan sebagai resistor. Cara ini sangat berguna untuk menghambat kenaikan suhu pada coil.

Itulah penyebab dan solusi ketika terjadi coil panas pada mobil. Yang perlu diingat, selalu perhatikan kondisi mesin dengan baik, ketika akan berkendara.

Kemudian, lakukanlah pemeriksaan secara rutin dan berkala, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Semoga artikel ini menjawab pertanyaan penyebab coil panas pada mobil. Tetap jaga kesehatan di tengah pandemi dan stay safe ya!