Cara Tanam Cabe

Cara Tanam Cabe Merah dengan Mudah, Langsung Panen!

PindahLubang.com – Apakah kamu sedang mencari cara tanam cabe di rumah? Jika kamu mencintai makanan pedas, kegiatan ini bisa dilakukan sebagai sesuatu yang bermanfaat, lho. Pasalnya, harga komoditi pangan termasuk cabe sedang meroket sekarang.

Kamu bisa memanfaatkan tempat kosong untuk menanam sampai memanen tanaman tersebut di rumah. Siapa sangka kalau cara menanam cabe sebenarnya mudah dan praktis, sedangkan kamu tidak perlu waktu lama untuk memastikan tanamannya tumbuh sampai layak dikonsumsi.

Kamu tidak perlu repot menghabiskan uang untuk membeli cabe dalam menambahkannya ke dalam bumbu masakan Indonesia. Kami akan memberitahu cara tanam cabe yang benar dan rumah di rumah, bahkan prosedurnya hampir sama dengan cara tanam bawang merah.

Cabe sendiri hampir sering digunakan sebagai bumbu utama dalam masakan tertentu seperti sambal, telur balado, mie goreng sampai rendang. Oleh karena itu, kamu harus melewati berbagai macam tahapan sehingga tanaman cabe dapat dipanen di rumah.

Cara Tanam Cabe

Cara Tanam Cabe
Cara Tanam Cabe

Barangkali kamu sedang membutuhkan informasi tentang cara tanam cabe sendiri di rumah, maka kami bisa memberitahumu melalui artikel ini. Kami sudah merangkum dan menyiapkan panduan lengkapnya sehingga kamu dapat menanam sampai memanen tanaman bercita rasa pedas ini.

Siapa saja tidak perlu menghabiskan uang banyak supaya bisa merawat sekaligus membudidayakan cabe di rumah. Kamu cukup bermodal media tanam yang benar, serta ketekunan agar tanaman ini dapat panen dengan subur.

Terkait:  Cara Memasukkan Kode Undangan Helo (4 Langkah), Cepat dan Untung!

Langkah 1: Memilih Benih

Cara tanam cabe pertama adalah memilih benihnya terlebih dulu. Kamu harus melakukan pemilihan terhadap bibit-bibit unggul yang beredar di pasaran. Secara umum bibit yang bagus dan berkualitas berdaya kecambah lebih dari 80%.

Bibit tersebut pasti bersih, adaptasi baik dan sehat di mana kalian harus memilih benih sesuai dengan cuaca atau iklim beserta musim tanamnya. Jangan sampai menggunakan benih yang nyaris kadaluarsa, guna mencegah proses panen dengan hasil tanaman yang jelek dan busuk.

Langkah 2: Menyiapkan Media Persemaian

Jika benih-benih unggul sudah dipilih dan disiapkan, maka kamu bisa menyediakan media persemaian seperti polybag atau tray. Selain itu, media persemaian wajib disiapkan paling tidak sepekan sebelum menyemai benih.

Gunakan media persemaian yang terdiri dari campuran tanah halus dan pupuk kandang dengan rasio 1:1. Silakan masukkan media ke tempat persemaian, sedangkan media tidak wajib sampai penuh, setidaknya 3/4 dari polybag alias wadah yang baru saja disiapkan sebelumnya.

Langkah 3: Memeram Benih

Cara tanam cabe akan berjalan mulus bila kamu memeram benihnya terlebih dulu. Caranya adalah bibit dibungkus dengan plastik, kemudian lubangi plastiknya. Rendam bibit ke dalam air selama 6-12 jam. Tiriskan dan bungkus menggunakan kain tebal dan lembap.

Jangan lupa tambahkan lapisan dua koran, siapkan kaleng berisi seperempatnya dengan menggunakan pasir yang telah dibasahi. Benih bisa langsung dimasukkan dengan menambahkan lampu berdaya 15-25 watt. Pemeraman bakal menghasilkan biji yang tumbuh menjadi sebuah kecambah.

Langkah 4: Menyemai Benih

Silakan masukkan benih yang telah diperam supaya bisa lebih kuat dan muncul tunas dengan cepat. Pakai benda runcing dan hindari menggunakan jari tangan untuk melubanginya. Kemudian, masukkan benih ke dalam lubang dan tutup dengan tanah halus, abu atau debu agar mudah timbul.

Terkait:  Cara Tanam Bawang Merah Sendiri di Rumah, Gampang Banget!

Jarak antara satu lubang dengan lubang lainnya sekitar 5 cm. Apabila sudah dilubangi, segera tutup tempat persemaian dengan karung basah maupun daun pisang, sehingga benih dapat tumbuh dalam kurun waktu 7-8 hari.

Langkah 5: Menyapih Benih

Cara tanam cabe berikutnya adalah menyapih benih dengan benar. Gunanya untuk memisahkan bibit dari golongannya sampai menjadi tanaman individu dalam sebuah wadah sendiri berdasarkan ukuran dari pertumbuhannya.

Seleksi benih-benih berkualitas yang sehat dan seukuran melalui penyapihan atau pembungkusan dilakukan sesudah benih mempunyai dua helai daun. Biasanya membutuhkan waktu selama 7-14 hari, sedangkan benis bisa langsung dipindahkan ke tempat lain dengan media tanam serupa.

Langkah 6: Merawat Benih

Jangan memberi pupuk selama benih dirawat. Apabila terdapat hama dan sejenisnya, pakai fungisida atau insektisida setengah dari anjuran pemakaian. Jika tidak ada hama maupun jamur, tidak perlu melakukan penyemprotan.

Penyiraman biasanya dilakukan secukupnya guna tanah tidak terlalu kering maupun basah. Kemudian, cabut gulma yang tumbuh (bila ada) dan benih bakal siap ditanam sesudah berusia 3-4 pekan. Kamu biasanya akan langsung menanam saat bibit sudah berbentuk 4-6 helai daun dengan ketinggian mencapai 6 cm.

Langkah 7: Menyediakan Media Tanam

Cara tanam cabe berikutnya adalah menyediakan media tanam dengan menggunakan perbandingan 3:2:1 yang terdiri dari tanah, pupuk serta sekam mentah. Gunanya sebagai tempat menanam di mana setelah berusia 4 minggu, benih dapat dipindahkan ke lahan yang sudah disiapkan.

Jangan lupa menggemburkan tanah lahan serta memberikan pupuk secara berkala. Kamu harus hati-hari ketika melepaskan benih dari polybag supaya tidak rusak. Apabila tetap pakai polybag, pakai polybag berdiameter 30 cm, bahkan bisa menggunakan ember bekas yang telah dibersihkan.

Terkait:  Cara Menghilangkan Noda di Baju

Langkah 8: Melakukan Pemupukan

Cara tanam cabe selanjutnya adalah melakukan pemupukan. Kamu harus rajin memberi pupuk selama masa penanaman, gunakan pupuk kompos agar cabe dapat tumbuh menjadi tanaman organik. Selain itu, pemberian pupuk susulan dilakukan setelah 2 pekan tanam.

Pemupukan biasanya diulang selama 10-14 hari sekali tergantung pada kondisi tanaman. Apabila kondisi tanah semakin subur, maka intervalnya pun semakin lama dan berpotensi menghasilkan tanaman cabe yang segar dan layak konsumsi.

Langkah 9: Merawat dan Mengendalikan Hama

Kamu perlu memperhatikan kebersihan tanaman cabe dengan menyiramnya secara berkala. Kami anjurkan kamu menyiramnya setiap hari, paling tidak sehari sekali. Selain itu, kendalikan hama dan jamur yang mengancam untuk merusak proses pertumbuhan tanaman cabe di rumah.

Amati area sekitar tanaman cabe guna mengantisipasi perkembangan bakteri, jamur dan hama yang bisa merusak penanamannya. Gunakan fungisida dan insektisida yang disemprotkan sekitar 4-5 cm dari tanaman cabe.

Langkah 10: Memangkas Tunas

Cara tanam cabe selanjutnya adalah melakukan perempelan alias memangkas tunas pada tanaman yang bertujuan untuk mempercepat proses pembuahan. Perempelan biasanya dilakukan dengan membuang tunas pada ketiak daun serta bawah cabang Y.

Apabila berada di dataran rendah, perempelan dilakukan pada hari ke 8-12 sesudah ditanam. Sebaliknya, di dataran tinggi justru pada hari ke 15-20 setelah tanam. Kamu bisa melakukan hal yang sama pada hari 75 hari sesudah tanam pada dataran rendah serta 90 hari di dataran tinggi.

Langkah 11: Memanen Tanaman Cabe

Cara tanam cabe terakhir adalah memanen tanaman sesudah berusia 2,5-3 bulan pasca disemai. Panen selanjutnya dilakukan sekitar 1-2 pekan tergantung kesuburan tanamannya. Namun, proses pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan memetik buah beserta tangkainya secara hati-hati.

Kamu harus memanen tanaman cabe dengan perlahan, agar tidak dapat merusak daun dan batangnya supaya hasilnya bisa digunakan langsung saat itu juga.

Demikian informasi tentang cara tanam cabe sendiri di rumah dengan benar dan mudah. Semoga bermanfaat!

Similar Posts