Home » Biaya » Biaya Hidup di Jepang

Biaya Hidup di Jepang

Negeri sakura atau julukan dari nama lain negara Jepang ini, selalu tidak pernah gagal dalam menarik perhatian para wisatawan. Mulai dari wisatawan lokal, hingga wisatawan mancanegara. Banyak hal yang patut dicontoh dari negerinya para orang disiplin tersebut. Inilah, biaya hidup di Jepang.

Sepanjang jalan yang sering digunakan sebagai tempat berlalu lalang oleh orang-orang dari berbagai kalangan, tampak jalanan yang begitu bersih tanpa adanya sampah. Lalu, disusul dengan kehadiraan sarana publik yang dirancang dengan berbagai teknologi canggih. Tidak ketinggalan juga, pemandangan alam yang indah.

Semua hal tersebut, dapat kalian rasakan langsung saat memutuskan untuk datang ke negeri sakura. Namun, sebelum itu, ada baiknya sebagai pendatang mempersiapkan segala hal termasuk anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Berikut penjelasan mengenai biaya hidup di Jepang.

Biaya Hidup di Jepang

Biaya hidup di Jepang

Biaya hidup di Jepang

Biaya hidup di Jepang dalam rupiah

Mata uang yang berlaku di negara Jepang, dikenal dengan sebutan yen. Sedangkan Indonesia, dikenal dengan istilah rupiah. Bagi pengunjung yang berasal dari negara Indonesia, kalian wajib tahu perbedaan nilai mata uang antara yen dan rupiah ini! Simak ulasan selengkapnya dibawah ini!

Di tahun 2021, nilai kurs dari 1 yen, setara dengan Rp 134,32. Kemudian, untuk nilai mata uang Jepang sebesar 100 yen, sama saja seperti Rp 13.432,29. Lalu, dengan nilai yen yang lebih besar lagi, maka nilai rupiahnya juga turut meningkat. Contohnya 1000 yen, bila dirupiahkan menjadi Rp 134.141,40.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang pada akhirnya menetap untuk kurun waktu lama di negeri sakura tersebut, biaya hidup di Jepang terbilang cukup mahal. Pasalnya, harga kebutuhan pokok yang biasa didapatkan di Indonesia dengan harga murah, di Jepang harganya bisa berkali-kali lipat.

Akan tetapi, standar penghasilan yang diberikan oleh pemerintah Jepang terhadap seluruh karyawannya juga jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia. Oleh karena itu, wajar jika banyak harga makanan ataupun kebutuhan lainnya yang dijual dengan harga yang mahal. Tapi, terkadang ditemukan juga barang yang dijual dengan harga murah.

Biaya hidup di Jepang per bulan

Kebutuhan hidup yang dibutuhkan antara satu dengan yang lainnya tentu akan berbeda. Namun, tidak semua pendatang menjalani kebiasaan atau gaya hidup tinggi saat berkunjung ke negara tetangga. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas simulasi anggaran biaya hidup di Jepang untuk kurun waktu 1 bulan.

1. Tempat tinggal

Meskipun Jepang terkenal sebagai salah satu negara maju di dunia, pihak pemerintah juga menyediakan kebutuhan akan tempat tinggal yang murah untuk para pendatang. Tak sedikit juga, para warga Jepang turut menggunakan fasilitas sewa kamar murah tersebut.

Kamar yang disewakan, umumnya seperti model apartemen. Dimana, didalamnya terdiri dari kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Hanya saja, akses menuju tempat umum seperti stasiun atau kampus terbilang cukup jauh. Selain itu, karena bangunan lama, maka biaya sewanya juga ikut menurun.

Ada beberapa pilihan untuk kalian yang ingin memilih tempat tinggal di Jepang. Mulai dari apartemen kecil, apartemen biasa, apartemen mewah, hingga rumah. Akan tetapi, tentu harga sewanya juga disesuaikan dengan fasilitas serta kondisi bangunan dari apartemen ataupun rumah tersebut.

Harga yang diberikan untuk penyewaan apartemen kecil, umumnya dimulai dari harga sebesar 20.000 yen atau setara dengan Rp 2.682.828,-untuk kurun waktu 1 bulannya. Namun, seiring berjalannya waktu, harga yang telah disebutkan dapat berubah sewaktu-waktu.

Anggaplah, kalian perlu menyediakan uang senilai Rp 3tapi000,- hingga Rp 8.000.000,- per bulan untuk biaya tempat tinggalnya saja. Kalau kisaran untuk harga sewa 1 tahunnya, kurang lebih dapat mencapai angka Rp 35.000.000,- belum termasuk dengan biaya lainnya.

2. Makanan dan minuman

Biaya hidup di Jepang lainnya yang tidak kalah penting, adalah biaya makanan dan minuman. Umumnya, manusia membutuhkan asupan makanan kurang lebih sebanyak 2 hingga 3 kali dalam kurun waktu 24 jam. Sedangkan untuk persoalan minuman, tergantung dari aktivitas dan kebutuhan keseharian per orang.

Dianjurkan setiap hari paling sedikitnya kalian minum sebanyak 1 sampai dengan 2 L air mineral. Menariknya, bagi kalian yang tidak ingin mengeluarkan uang sepeserpun untuk kebutuhan minum, dapat menggunakan fasilitas air siap minum yang berasal dari kran khusus.

Hanya saja, rasa dari air mineral tersebut tentu tidak sesegar seprti air mineral yang dijual dalam bentuk kemasan. Harga untuk 1 L air mineral dalam kemasan, terbilang cukup mahal bagi pendatang yang memiliki anggaran minim. Harga per botolnya ditaksir dapat mencapai Rp 30.000 hingga Rp 45.000.-

Jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk kebutuhan konsumsi selama 1 bulan, kurang lebih dapat mencapai angka 35.000 yen sampai dengan 80.000 yen untuk ukuran normal. Bila dikonversikan kedalam bentuk rupiah, maka kurang lebih biayanya sebesar Rp 4.694.949,- hingga Rp 10.731.12,-.

3. Transportasi

Sarana transportasi yang paling sering digunakan di Jepang, adalah kereta listrik. Selain karena harga tiketnya yang terjangkau, banyak sekali stasiun dan rute yang dapat dilalui dengan menggunakan kereta tersebut. Bahkan, bisa sampai menuju hingga ke wilayah pedesaan.

Selain kereta, ada transportasi darat lainnya yang cukup populer digunakan oleh warga Jepang maupun pendatang, yaitu sepeda. Sepeda memiliki biaya sewa yang rendah, serta lebih cepat untuk sampai ke tujuan. Pasalnya, di sepanjang jalan raya kalian dapat berkendara sesuai dengan jalur sepeda yang telah tersedia.

Jepang sendiri, masih menerapkan sistem pembayaran konvensional dibandingkan dengan model digital. Oleh sebab itu, sebagai pendatang kalian perlu menyediakan uang dalam bentuk cash sesuai jumlah yang dibutuhkan. Termasuk juga untuk membayar biaya sewa sepeda.

Kisaran biaya yang dibutuhkan untuk membayar persoalan transportasi, kurang lebih sebesar Rp 1.000.000,- hingga Rp 2.500.000,- per bulannya. Gambaran angka tersebut, berlaku bagi kalian yang sering berpergian jauh ke lokasi tertentu untuk keperluan sekolah ataupun pekerjaan.

Biaya tranportasi ini, sebenarnya dapat ditekan semaksimal mungkin dengan berbagai cara. Ada banyak cara yang dapat kalian terapkan untuk menekan pengeluran tranportasi ini, salah satunya yaitu dengan memilih tempat tinggal dekat lokasi tujuan. Bisa juga dengan tidak berpergian kemanapun selama tidak ada keperluan.

4. Biaya tidak terduga

Terkadang, ada kalanya kalian mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terduga. Misalnya saja, untuk membayar hasil pemeriksaan kesehatan karena kondisi tubuh yang kurang sehat. Atau ada kejadian mendadak seperti, kebakaran, denda melanggar peraturan dan lain sebagainya.

Pokoknya, kejadian yang berada diluar perkiraan kalian saat datang ke negara Jepang, bisa saja terjadi kapanpun. Oleh sebab itu, penting untuk mempersiapkan anggaran lebih, supaya di momen-momen tertentu pendatang tidak perlu dihantui oleh perasaan khawatir atau kesulitan hingga sampai merasa putus asa.

Biaya tidak terduga di Jepang ini, sebaiknya ditargetkan sebesar 2000 yen atau bila diubah kedalam rupiah menjadi Rp 2.682.828,-. Besarnya jumlah angka untuk kebutuhan mendadak ini, dapat berbeda antara pendatang yang satu dengan pendatang lainnya. Kembali lagi, tergantung dari kemampuan finansial pribadi.

Kalian yang tidak pernah mengalami kejadian mendadak yang memaksa diri untuk mengeluarkan uang dalam jumlah tertentu, bisa menggunakan uangnya untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Sebagai contoh, anggaran tersebut dialihkan untuk menambah anggran dalam biaya tempat tinggal atau keperluan konsumsi diri sendiri.

Sekian pembahasan kali ini, terkait biaya hidup di Jepang, biaya hidup di Jepang dalam rupiah, hingga biaya hidup di Jepang per bulan. Angka yang telah disebutkan diatas, tidak bersifat mutlak dan dapat berubah sewaktu-waktu. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa.