Cara Kalibrasi PH Meter

Cara Kalibrasi PH Meter

Bagaimana cara kalibrasi PH meter? Kalian pasti belum pernah menggunakannya yang mana alat tersebut selalu dipakai untuk kebutuhan khusus saja. PH meter hampir sering digunakan beberapa orang yang berkecimpung dalam bidang kimia untuk mengetahui PH suatu zat.

Jika kalian ingin tahu tingkat keasaman suatu zat, PH meter menjadi alat terbaik untuk dipakai. Pasalnya, alatnya selalu memberikan hasil akurat dan simpel daripada menggunakan metode titrasi yang sekarang sudah diterapkan beberapa orang.

Apabila kalian ingin mendapatkan hasil PH meter lebih akurat, sebaiknya melakukan kalibrasi terlebih dulu. Sebab, setiap larutan maupun zat yang diperiksa tingkat keasamannya akan memberikan hasil berbeda.

Oleh karena itu, kalian harus melakukan kalibrasi PH meter terlebih dulu sehingga hasil pemeriksaan larutannya dapat sesuai dengan data dan fakta. Kalian tidak perlu menyiapkan alat dan bahan terlalu banyak. Hal ini dikarenakan proses kalibrasinya hanya memakan waktu selama 5-10 menit saja, lho.

Cara Kalibrasi PH Meter
Cara Kalibrasi PH Meter

Apa itu PH Meter?

PH meter merupakan alat elektronik yang berguna untuk mengukur kadar alkalinitas alias keasaman (PH) dalam suatu larutan atau zat. Selain itu, PH meter terdiri dari probe pengukuran elektroda yang sudah terhubung dalam meteran elektronik untuk mengukur dan menunjukkan pembacaan hasil PH tersebut.

Alat ini selalu dibutuhkan mereka yang bekerja di laboratorium untuk menganalisa kadar keasaman suatu larutan. PH meter sudah menjadi kebutuhan pihak terkait dalam memastikan tingkat keasaman seimbang dengan batas maksimum setiap larutannya.

Terkait:  Cara Kerja Filter Air

Jenis PH Meter

PH meter mempunyai beragam jenis yang harus kalian tahu, lho. Pasalnya, setiap jenis PH meter memiliki karakteristik sendiri yang mana semuanya hampir sering diaplikasikan dalam bidang industri dengan rinciannya sebagai berikut :

  • PH Meter Tanah
    PH meter tanah biasanya digunakan untuk sektor pertanian. Alat ini memiliki logam besi di bagian ujung detektornya. Selain itu, besi ini dipakai sebagai komponen utama dalam membaca kadar PH.
  • PH Meter Air Kecil
    PH ini berukuran lebih kecil dan bersifat fleksibel. Kalian bisa membawanya kemana saja, sedangkan PH meter air kecil biasanya selalu diaplikasi untuk mengetahui tingkat keasaman pada air yang berada di dalam gelas.
  • PH Meter Kesuburan Tanah
    PH ini biasanya digunakan untuk memeriksa apakah kondisi tanah benar-benar subur atau tidak. Alat ini juga bisa mengukur kadar sekaligus kelembapan air di dalam tanah. Namun, PH meter kesuburan tanah masih berbentuk analog dan perlu dikalibrasi agar hasil lebih akurat.
  • PH Meter Air Besar
    PH ini biasanya digunakan untuk mengukur kadar air pada lingkungan luar, baik untuk mata air maupun air hujan. Kalian bisa tahu apakah air yang sedang diuji benar-benar berkadar normal, basa atau asam.
  • PH Meter Laboratorium
    Alat ini memang digunakan untuk mengetahui PH meter dalam air dan konduktivitasnya. Tak hanya itu, konduktivitas tersebut adalah kemampuan air dalam menghantarkan listrik. Semua air memang memiliki nilai konduktivitas meski terbilang rendah.

Mengapa Kalibrasi PH Meter Sangat Penting?

PH meter mempunyai fungsi sangat penting, sedangkan kalibrasi PH meter harus dilakukan secara berkala. Alat ini biasanya digunakan sebagai pengontrol bahan antara dan bahan baku. Apabila PH meter yang digunakan tidak bisa menampilkan hasil akurat, bukan tidak mungkin bila karakteristik bahan bakal berubah juga.

Terkait:  Cara Kerja Big Data

Jika kalian ingin memastikan hasil kalibrasinya akurat, sebaiknya cara kalibrasi PH meter dilakukan oleh orang-orang ahli atau kompeten yang selalu menggunakannya setiap hari.

Sementara itu, kalibrasi PH meter juga bisa membantu menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Apabila PH meter dikalibrasi setiap hari, tingkat atau kadar PH limbah produksi mampu diukur dengan tepat sebelum benar-benar dibuang.

Kadar PH dalam alat ini bakal membantu siapa saja dalam menentukan pilihan prosedur yang benar dalam mengelola sampah. Kalian juga bakal tahu limbah mana yang wajib dibuang atau justru didaur ulang, selama kadar asamnya tidak terlalu tinggi yang berbahaya untuk ekosistem laut.

Cara Merawat PH Meter dengan Benar

Demi menjaga kinerja dan performa PH meter tetap benar dan stabil, kalian harus memperhatikan prosedur perawatannya dengan baik sehingga alat ini dapat bekerja normal. Maka dari itu, kalian bisa melakukan perawatan PH meter sebagai berikut :

  • Cucilah elektroda pada PH meter dengan menggunakan cairan khusus seperti elektrolit KCL 3M, baik sebelum maupun sesudah pemakaian.
  • Keringkan elektroda sampai mengering sebelum disimpan.
  • Simpan PH meter ke dalam box kering dengan benar dan bersih.
  • Silakan kalibrasi PH meter secara rutin. Apabila penggunaannya hampir 24 jam penuh, lakukan kalibrasi paling tidak per 8 jam sekali.
  • Pastikan alatnya dalam keadaan mati (off), khususnya PH meter digital sebelum disimpan.
  • Cabut baterai dari alat ini bila PH meter disimpan dalam waktu yang lama.
  • Perhatikan tutup elektroda yang terpasang, pastikan bagiannya diletakkan dengan benar.

Cara Kalibrasi PH Meter

Secara umum cara kalibrasi PH meter harus dilakukan dengan hati-hati. Jika kalian melakukannya asal-asalan maka bisa merusak kinerja alatnya sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Alat ini mungkin terlihat sederhana, tapi fungsinya sangat krusial dan berdampak cukup signifikan terhadap lingkungan sekitar.

Terkait:  Cara Keluar dari Family YouTube

Tak sedikit para pekerja laboratorium selalu menggunakannya dalam mengukur kadar asam atau basa dari setiap larutan atau zat tertentu. Kalian akan tahu tutorial lengkapnya melalui ulasan kami selanjutnya.

Langkah 1: Menyiapkan Alat dan Bahan

Kalian harus mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan kalibrasi PH meter. Peralatan tersebut tidak terlalu mahal dan bisa didapatkan di toko-toko tertentu dengan rincian sebagai berikut :

  • PH meter dan elektroda.
  • Botol semprot.
  • Kertas tissue.
  • Gelas kimia (100 ml @ 2 pcs) dan (250 ml @ 1 pcs).
  • Akuades.
  • Larutan buffer dengan kadar PH 4, 7 dan 9.

Langkah 2: Merendam Elektroda

Jika semua peralatan telah disiapkan, kalian langsung merendam elektroda ke dalam akuades. Bilas berulang kali dengan botol semprot berukuran 250 ml untuk menyimpan air sisa semprotannya. Tak hanya itu, keringkan dengan kertas tissue dan pastikan elektroda sudah benar-benar kering.

Langkah 3: Merendam Lagi Elektroda pada Larutan Buffer

Kalian bisa merendam lagi elektroda ke dalam larutan buffer dengan PH 7 pada gelas kimia 100 ml selama beberapa saat. Kemudian, klik ON pada PH meter dan biarkan sesaat. Silakan baca skala PH nya, bila PH tidak sama dengan 7 maka kalian bisa atur agar PH nya dapat terbaca menjadi 7.

Langkah 4: Mencuci dan Mencelupkan Elektroda

Apabila prosedur sebelumnya sudah dilakukan, cucilah elektroda dengan akuades berulang kali dan diamkan sampai kering. Berikutnya, celupkan elektroda ke dalam larutan buffer dengan PH 4 sambil didiamkan sejenak. Baca skala PH dan pastikan menunjuk angka PH 4 + 0,02.

Langkah 5: Memastikan PH Meter Sudah Terkalibrasi

Langkah terakhir adalah kalian bisa melakukan tutorial yang sama seperti di atas. Namun, gunakan larutan buffer PH dan hasil pembacaan skalanya harus menunjukkan angka PH 7 + 0,02. Jika hasilnya diluar range yang telah kalian tetapkan, PH meter berarti belum terkalibrasi dengan sempurna.

Demikian informasi seputar cara kalibrasi PH meter yang penting diketahui. Walaupun kalian tidak pernah menggunakannya, namun PH meter punya andil besar dalam keberlangsungan hidup manusia. Pemakaiannya berguna mengukur kadar asam limbah sebelum dibuang atau didaur ulang kembali.

Similar Posts