Cara Memilih Reksadana

Apabila kamu ingin berinvestasi, banyak pilihan instrumennya seperti Reksa Dana. Kamu tidak boleh sembarangan berinvestasi karena cara memilih reksadana harus dilakukan dengan benar. Jika kamu salah melakukannya, maka kamu bisa menelan kerugian besar.

Calon investor harus tahu semua jenis reksa dana untuk memenuhi kebutuhan investasi masing-masing. Kamu tidak boleh membuat keputusan tergesa-gesa, apalagi sekadar mengikuti tren atau teman-teman yang ternyata belum paham sama sekali.

Reksa Dana sudah menjadi salah satu instrument terbaik yang belakangan ini sedang digandrungi beberapa orang. Bagaimana tidak, banyak investor tertarik berinvestasi dengan menggunakan reksa dana supaya bisa mengantongi cuan lebih banyak.

Kamu harus tahu cara kerja dan informasi lain tentang reksa dana agar dapat terhindar dari kerugian diluar dugaanmu. Selain itu, kamu perlu menentukan jangka waktu investasi demi memastikan income yang didapatkan sudah sesuai dengan rencanamu sebelumnya.

Cara Memilih Reksadana
Cara Memilih Reksadana

Pengertian Reksa Dana

Reksa Dana merupakan salah satu instrument investasi yang selalu dipilih dan bisa menjadi solusi untuk semua pebisnis kecil atau siapapun bila tidak punya waktu, bahkan keahlian dalam menghitung risiko investasi masing-masing.

Apabila kamu punya modal investasi dan ingin memperoleh hasil namun pengetahuan serta waktu terbatas, sebaiknya pertimbangan investasi ini. Reksa Dana juga bisa disebut sebagai wadah yang dipakai untuk mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan pada portofolio efek yang dilakukan manajer investasi.

Kebijakan ini sesuai dengan Undang-undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995 Pasal 1 Ayat 27 yang berarti bahwa uang reksa dana adalah dana bersama semua pemodal. Selain itu, manajer investasi merupakan pihak yang memperoleh kepercayaan untuk mengelola semua uang tersebut.

Terkait:  Cara Investasi di Bibit

Jenis Reksa Dana

  • Reksa Dana Terstruktur
    • Reksadana Indeks.
    • Reksa Dana dengan Penjaminan (Capital Guaranteed Fund).
    • Reksadana Terproteksi (Capital Protected Fund).
  • Reksa Dana Pasar Uang.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund).
  • Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund).
  • Reksa Dana Saham (Equity Fund).
  • Reksa Dana Syariah.

Kelebihan dan Kelemahan Reksa Dana

  1. Reksa Dana Pasar Uang
  • Kelebihan
    • Likuiditas yang aman.
    • Persentase risiko lebih rendah.
    • Redemption yang fleksibel.
    • Jumlah minimal investasi yang kecil.
  • Kelemahan
    • Risiko yang cukup tinggi.
    • Wanprestasi manajer investasi.
    • Nilai imbal hasil tidak tetap.
  1. Reksa Dana Pendapatan Tetap
  • Kelebihan
    • Pengelolaan dana yang aman.
    • Bebas pajak obligasi.
    • Transparansi jelas.
    • Peluang return besar.
    • Bersifat likuid dan mudah dicairkan.
    • Modal investasi rendah.
  • Kelemahan
    • Risiko likuiditas.
    • Tidak dijamin oleh LPS.
    • Risiko penurunan nilai unit penyertaan.
    • Risiko wanprestasi cukup tinggi.
  1. Reksa Dana Saham
  • Kelebihan
    • Keuntungan menjanjikan.
    • Tidak perlu menguasai analisa teknikal saham.
    • Return bisa mencapai angka 20%.
    • Bisa menjadi investasi jangka panjang.
    • Saham lebih banyak dengan walaupun modal terbatas.
  • Kelemahan
    • Risiko cukup tinggi.
    • Tidak bisa menjadi investasi jangka pendek.
    • Risiko turunnya saham beberapa perusahaan tertentu.
    • Harga saham cenderung fluktuatif.
  1. Reksa Dana Campuran
  • Kelebihan
    • Aman dan tepat.
    • Diversifikasi investasi.
    • Hasil imbal lebih tinggi dibandingkan Reksa Dana Pendapatan Tetap.
  • Kelemahan
    • Kinerja manajer investasi kurang efektif.
    • Tidak ada jaminan dari pemerintah.
    • Nilai pasar relatif berubah.
  1. Reksa Dana Syariah
  • Kelebihan
    • Tanpa batas waktu.
    • Nilai investasi lebih rendah.
    • Penyebaran risiko cenderung terukur.
    • Bersifat likuid.
  • Kelemahan
    • Perusahaan berpotensi gagal membayar investasi yang berdampak terhadap nilai tersedia.
    • Risiko perubahan situasi ekonomi dan politik.
    • Penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) cukup tinggi.
    • Risiko wanprestasi cukup tinggi.

Kenapa Harus Memilih Reksa Dana?

Reksa Dana sudah menjadi salah satu instrument investasi yang patut diperhitungkan saat ini, apalagi untuk generasi milenial. Kenapa harus memilih reksa dana? Berikut alasannya, yakni :

  • Pengelolaan Dana Aman dan Transparan
    Reksa Dana mempunyai pengelolaan dana yang aman dan transparan. Investor bakal diberikan prospectus dulu, di mana ia mampu mengetahui laporan keuangan yang sudah diaudit. Selain itu, kamu juga bisa memantau via situs manajer aplikasi dan uang yang dipakai untuk investasi akan disimpan oleh pihak ketiga disebut Bank Kunstodian secara independent.
  • Pilihan yang Beragam
    Jika kamu bingung memilih instrument investasi, Reksa Dana adalah pilihannya. Kamu bisa memilih berbagai macam opsi untuk dipertimbangkan sesuai dengan tujuan investasi yang telah dibuat. Saham dan Reksa Dana hanya menjadi dua dari beberapa pilihan yang tersedia,
  • Keuntungan yang Menarik
    Walaupun dananya tidak terlalu besar, kamu bisa mendapatkan return yang menarik. Selain itu, manajer investasi siap membantumu untuk menempatkan uang tersebut ke beberapa badan usaha. Pembagian ini disebut diversifikasi investasi. Pihak ahli akan membagi danamu dengan cermat dan pertimbangan matang.
  • Dana Dikelola oleh Ahli
    Kamu tidak bisa memprediksi masa depan, namun kamu berinvestasi dengan ahlinya. Manajer investasi bakal mengelola semua dana dengan baik, sehingga kamu jangan cemas. Ini bisa saja sesuai untuk kamu dan siapapun yang ingin mengantongi uang tapi kurang paham konsep dan kinerjanya dalam menghasilkan keuntungan cukup tinggi.
  • Modal Relatif Rendah
    Modal menjadi alasan utama seseorang enggan berinvestasi. Mereka selalu berpikir bahwa investasi selalu butuh modal banyak. Padahal, kamu tidak perlu uang jutaan rupiah untuk berinvestasi Reksa Dana. Walaupun modalnya rendah, tapi kamu harus cermat memilih jenis Reksa Dana yang bakal dikelola jangka panjang.
Terkait:  Cara Average Down Saham

Cara Memilih Reksa Dana

Barangkali kamu bingung bagaimana cara memilih Reksa Dana yang benar. Umumnya semua orang bisa menentukannya sesuai dengan kebutuhan, lho. Kini, siapapun harus melek investasi yang mana instrumen paling banyak diminati adalah Reksa Dana.

Kamu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk memaksimalkan finansial jangka panjang dengan berinvestasi Reksa Dana. Kamu harus tahu instrumen nya sehingga dapat memberi feedback positif, sedangkan risikonya tergantung pada kemampuanmu untuk mengatasinya untuk mencegah kerugian terlalu besar.

Langkah 1: Menentukan Tujuan Investasi dan Profil Risiko

Investor harus menentukan profil serta tujuan investasi. Selain itu, setiap investor punya profil risiko masing-masing. Investor berprofil risiko agresif tidak bisa menerima gejolak harga agar penempatan investasi dapat ke Reksa Dana saham. Investor berprofil risiko konservatif enggan menerima gekolak harga lebih besar.

Langkah 2: Mengetahui Semua Jenis Reksa Dana

Jika kamu sudah menentukan profil risiko dan tujuan investasi, alangkah baiknya kamu memahami dan mengenali setiap jenis Reksa Dana. Gunanya supaya kamu bisa menekan risiko kerugian yang suatu waktu terjadi sesuai produk investasi pilihanmu. Apabila kamu enggan mengenali semua produk Reksa Dana, kemungkinan besar kamu akan sulit berinvestasi jangka panjang.

Langkah 3: Memahami Isi Prospektus

Pemahaman terhadap isi prospectus adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Kamu harus tahu semuanya tentang itu, sehingga dapat memahami ruang lingkup investasi Reksa Dana jangka panjang. Prospektus menjadi petunjuk di mana kamu bakal menerima informasi lengkap soal Reksa Dana pilihanmu.

Langkah 4: Menganalisa Profil Manajer Investasi

Berinvestasi Reksa Dana biasanya terdapat pihak profesional yang membantumu membuat keputusan, termasuk jual beli investasi sampai kamu meraup cuan. Maka dari itu, kamu perlu riset setiap manajer investasi untuk memastikan pilihanmu sudah tepat. Selain itu, pastikan ia sudah terdaftar di OJK dengan pengalaman mumpuni.

Terkait:  Cara Menghitung Keuntungan Reksadana

Langkah 5: Melihat Track Record Reksa Dana yang Diinginkan

Umumnya semua jenis Reksa Dana bisa menjadi pilihan, tapi tidak semuanya pas bahkan sesuai dengan investor. Investor sering punya pertimbangan dan tujuan saat berinvestasi. Apabila kinerja Reksa Dana searah dengan harapan dan tujuanmu, maka kamu bisa memilih Reksa Dana tersebut.

Langkah 6: Mencari Tahu Management Fee

Management Fee hampir sering muncul di semua manajemen investasi lantaran peran seorang manajer dalam berinvestasi begitu vital. Manajer akan mengelola portofolio investor yang membayarnya. Fee ini berkembang luas dan kompleks dalam berinvestasi, sehingga jumlahnya tidak bersifat tetap.

Demikian informasi mengenai cara memilih Reksa Dana yang benar. Jangan lupa bagikan informasi ini agar keluarga dan teman-temanmu dapat melek investasi dengan memilih instrument Reksa Dana untuk dikelola jangka panjang.

Rate this post

Related posts