Home » Mendapatkan » Cara Menghitung Keuntungan Reksadana

Cara Menghitung Keuntungan Reksadana

Sebelum akan diberi tahu cara menghitung keuntungan Reksadana, apakah kalian sudah tahu tentang Reksadana ini? Mungkin hal ini sudah sangat familiar untuk orang-orang yang berkecimpung dalam hal finansial. Tapi untuk orang awam, bisa diyakini bahwa mereka pasti masih banyak yang belum tahu.

Untuk kamu yang merasa pemula dalam dunia investasi, sepertinya kamu harus tahu terlebih dahulu terkait Reksadana dan cara kerjanya.

Jadi, Reksadana merupakan suatu wadah untuk pengelolaan dana dan modal yang ditujukan untuk para investor yang hendak berinvestasi dengan cara membeli unit penyertaan Reksadana, hampir mirip dengan pinjam uang di bank BRI, ataupun pinjam uang di bank BCA.

Berinvestasi dengan Reksadana ini diakui cukup mudah dan resiko investasinya cukup rendah, ya. Sampai saat ini ada banyak bank yang sudah memiliki izin sebagai agen Reksadana.

Jadi, untuk kamu yang ingin berinvestasi di Reksadana, bisa menggunakan bank supaya lebih aman, baik itu dengan Setor tunai di ATM, atau mengirim dana investasi menggunakan SMS Banking, Internet Banking, dan juga Mobile Banking. Sebelum kamu ingin berinvastasi atau menabung di Reksadana, kamu juga perlu memahami cara kerjanya.

Cara Kerja Pada Bagian-Bagian Investasi Reksadana

Yang pertama kali yakni tugas dan sistem kerja Manajer Investasi, untuk mengumpulkan dana dari nasabah. Kemudian seluruh total investasi ini pun akan di investasikan ke sejumlah instrumen investasi, tentunya instrumen investasi tersebut sudah disepakati oleh nasabah.

Lalu nasabah akan menerima informasi dari Manajer Investasi mengenai dananya yang sudah diinvestasikan secara berkala.

Selanjutnya, Manajer Investasi akan memotong biaya operasional yang dibebankan ke nasabah. Lalu bagaimana cara menghitung keuntungan Reksadana?

Nanti kita bahas bersama ya, tentang cara menghitung keuntungan Reksadana, tetap disimak terus penjelasan berikut! Jika kamu memilih berinvestasi dengan Reksadana, mereka juga terbagi menjadi beberapa jenis Reksadana loh.

Jenis Reksadana

Jenis ini tergantung dengan portofolio yang dikelola oleh pihak Manajer Investasi. Tentu tiap jenisnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Beberapa jenisnya meliputi Reksadana pendapatan tetap, Reksadana pasar uang, Reksadana saham, dan Reksadana obligasi.

Jadi, salah satu hal yang perlu kamu lakukan sebelum berinvestasi di Reksadana, kamu pastikan dulu jenis Reksadana yang hendak kamu pilih, apakah sesuai dengan tujuan investasimu.

Untuk berinvestasi di Reksadana, kamu juga perlu mengenal karakteristik dari Reksadana tersebut, supaya kamu bisa lebih mengenalnya dan lebih merasa tenang.

Ada beberapa karakteristik yang dimiliki Reksadana, seperti tidak adanya asuransi yang dapat menanggung resiko investasi. Mereka juga tidak memiliki biaya administrasi. Reksadana cenderung menggunakan satu harga. Investor Reksadana biasanya merupakan sebuah ritel dan institusi.

Pada penjualan, diperlihatkan prospectus dan terdapat pengisian profil resiko, dan masih banyak karakteristik lainnya.

Uraian di atas mengenai penjelasan tentang Reksadana sepertinya sudah cukup membuatmu mengerti apa sebenarnya Reksadana itu. Kamu juga bisa menjadikannya referensi apakah Reksadana bisa dijadikan instrumen investasi yang cocok untukmu?

Namun masih ada satu lagi penjelasan yang juga penting, nih! Yuk langsung saja disimak tentang cara menghitung keuntungan Reksadana, simak baik-baik ya!

Cara Menghitung Keuntungan Reksadana

Cara Menghitung Keuntungan Reksadana

Menghitung Keuntungan Reksadana

Sebenarnya, cara menghitung keuntungan Reksadana sangatlah mudah untuk dilakukan. Sebelum itu kita harus tau dan paham dulu mengenai NAB NAV Reksadana.

Apa itu NAB NAV Reksadana?

Di dalam investasi Reksadana, kita diharuskan untuk membeli Unit Penyertaan. Dimana unit penyertaan menjadi satuan yang menunjukkan kepemilikan di Reksadana tersebut.

Layaknya satuan investasi lainnya, unit penyertaan satu ini bakalan berubah-ubah sesuai dengan pembelian dan penjualan Reksadana.

Sementara harga dari unit penyertaan ini dinamakan dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV).

Nah, jumlah dari unit penyertaan yang diperoleh akan bergantung pada harga NAB/NAV per unitnya. Dimana kita membeli Reksadana tersebut.

Nilai investasi yang naik turun juga akan ditentukan berdasar perkembangan harga NAB per unitnya.

Sebelum Menghitung Keuntungan Reksadana

Berdasar penelitian menyatakan bahwa masih ada banyak investor di Indonesia yang tidak mempedulikan perkembangan investasi yang telah dilakukannya. Kebanyakan dari mereka melakukan investasi tanpa disertai dengan adanya rencana kedepan.

Sehingga, mereka kaget dan tersadar akan adanya investasi yang telah dilakukan olehnya saat kepepet atau ditelepon oleh petugas bank. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Sangat disarankan, agar sebaiknya mencatat semua investasi kamu. Paling tidak, kamu tahu tanggal berapa melakukan investasi, Reksadana apa yang telah kamu beli, dan berapa unitnya.

Menghitung Keuntungan Reksadana

Setelah semuanya tercatat dengan rapi, sekarang tiba saatnya kita untuk menghitung keuntungan Reksadana.

Apabila kamu melakukan pembelian Reksadana online di situs Bareksa.com, secara otomatis kamu telah mendapat perhitungan berapa persen keuntungan Reksadana kamu. Caranya:

  • Kamu harus login ke situs Bareksa.com dengan akun yang telah kamu buat sebelumnya.
  • Pilih saja menu REKSADANA ONLINE dan Portofolio.

Nah, di bagian portofolio akan tampil persentase keuntungan reksadana milikmu. Mudah kan?

Rumus Cara Menghitung Untung Reksadana:

  • Hitung jumlah unit penyertaan x harga terkini reksadana
  • Kurangkan hasil perhitungan pada langkah pertama dengan modal investasi.
  • Jika hasil pengurangan plus, berarti ada keuntungan. Sebaliknya jika hasil pengurangan minus, berarti mengalami kerugian.

Menghitung NAB Reksadana per Unit

Apa itu NAB per unit? Adalah harga dari Reksadana yang telah kamu punyai. NAB ini akan mengalami perubahan setiap hari berdasarkan kinerja Reksadana. Apabila NAB mengalami penurunan, berarti nilai investasi Reksadana kamu juga ikut turun.

Sekarang coba simak studi kasus berikut ini untuk menghitung untung Reksadana. Sebagai contoh perhitungan, kami memakai data Reksadana Mega Asset Maxima.

Mas Ronald menjadi salah seorang karyawan yang berpenghasilan Rp 9.000.000 per bulan. Dia bisa melakukan investasi Rp 1.000.000 per bulannya. Sementara mas Ronald telah berkomitmen untuk investasi reksadana setiap tanggal 15.

Contoh pada 15 Januari, Pak Ronald berinvestasi sebesar Rp1.000.000. Pada tanggal tersebut harga NAB/UP reksa dana ABCD adalah Rp991,47. Maka Pak Ronald mendapatkan unit penyertaan sebanyak: Rp1.000.000 / Rp991,47 = 1.008,60.

Apabila di tanggal 15 Januari 2016, harga NAB/Unit adalah Rp 1.100,48 / unit penyertaan, berapa keuntungan reksadana milik Pak Ronald? Begini cara menghitungnya…

Langkah 1: Hitung jumlah unit penyertaan x harga terkini reksadana

Dari data didapat Pak Ronald memiliki 1.008,60 unit x Rp 1.100,48 = Rp 1.109.944.

Langkah 2: Kurangkan hasil perhitungan pertama dengan modal investasi

Rp 1.109.944 – Rp 1.000.000 = Rp 109.944

Artinya Pak Ronald, mengalami keuntungan sebesar Rp 109.944 atau setara dengan 9,91% (Rp 109.944 x 100% / Rp 1.000.000)

Menghitung Unit Penyertaan

Setiap kali kita membeli Reksadana, maka kita akan mendapatkan info berapa unit penyertaan yang diperoleh.

Manajer Investasi juga akan mengirimkan surat pemberitahuan ke kita setiap bulannya dan menyebutkan jumlah unit penyertaan Reksadana yang kita miliki saat ini.

Apabila terjadi penambahan atau pencairan nilai investasi di Reksadana, hasilnya bakalan tercermin di setiap perubahan jumlah unit penyertaannya.

Pada situs Reksadana online, info dari unit penyertaan dapat kita lihat dengan sangat mudah. Sebagai contoh, pahami perhitungan nilai investasi Reksadana yang ditampilkan berikut ini.

Menghitung Keuntungan Reksadana

Unit Holding akan menjadi jumlah unit penyertaan yang dimiliki. Sementara NAV per unit adalah NAB unit per hari ini. Dan Estimation yaitu jumlah nilai investasi Reksadana.

Untuk itu, selalu pastikan untuk mengecek jumlah unit penyertaan sebab pada dasarnya akan menunjukkan nilai investasi. Terutama saat usai membeli atau menjual Reksadana.

Mungkin hanya itu saja ulasan mengenai bagaimana cara menghitung keuntungan Reksadana yang paling mudah untuk dilakukan saat ini. Jika ada kekeliruan, silahkan komentari postingan ini dan team editor kami akan segera melakukan update secepatnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *