Home » Mengatasi » Penyebab Gas Mobil Naik Turun

Penyebab Gas Mobil Naik Turun

Apa saja yang menjadi penyebab gas mobil naik turun? Ditemukannya RPM mesin yang tidak stabil, dalam arti naik turun sendiri, mengindikasikan adanya gangguan pada air induction system atau sistem pemasok udara ke dalam mesin.

Dampak terburuk yang akan diterima pengendara adalah sulit mengendalikan laju mobil saat digunakan pada putaran rendah. Selain itu, perpindahan tuas transmisi menjadi kurang smooth dan terburuknya, mesin mobil menjadi mati total.

RPM atau putaran mesin pada mobil sangat dipengaruhi oleh jumlah pasokan bahan bakar dan udara yang masuk pada sistem pembakaran. Intinya, ketika dua unsur dalam pembakaran tersebut tidak konstan ketika mesin bekerja, maka secara otomatis angka rpm menjadi tidak stabil.

Saat jumlah udara dan BBM yang masuk ke ruang pembakaran hanya sedikit, maka gas yang bisa dikompresi juga menjadi sedikit.

Begitu pula dalam kondisi sebaliknya, ketika komponen udara dan bahan bakar tersebut diolah dalam kondisi berlebihan, output gas yang dihasilkan juga akan lebih besar.

Itulah konsep dasar yang menjadi penyebab gas mobil naik turun. Kedua kondisi itu tentu secara langsung akan berpengaruh pada RPM mesin.

Oh iya, katup gas juga dapat mempengaruhi RPM lho! Katup gas memiliki fungsi seperti kinerja jantung pada manusia. Katup gas bekerja dengan menutup saluran udara menuju ke arah mesin pembakaran.

Ketika saluran tersebut tertutup, udara yang disalurkan sedikit, gerakan piston menjadi tertahan. Penghisapan di piston tidak terjadi, RPM mesin menjadi lambat.

Dengan kata lain, cepat/lambatnya RPM mesin berbanding lurus dengan naik turunnya gas di mobil.

Di sisi lain, sebenarnya kondisi naik turunnya gas mobil ini merupakan hal yang wajar dan tergolong normal. Hanya saja, hal tersebut dibenarkan apabila kompresor AC dan kipas bekerja dengan baik dan tegangan pada baterai mobil mulai melemah.

Jika tidak, RPM yang naik turun memang mengindikasikan suatu permasalahan, termasuk menjadi penyebab gas mobil yang mengalami naik turun.

Penyebab Gas Mobil Menjadi Naik Turun

Penyebab Gas Mobil Naik Turun

Gas Mobil Naik Turun

Ada banyak hal yang mengakibatkan RPM mesin mobil tidak stabil, diantaranya yaitu:

1. Idle Speed Control Tidak Bersih

ISC atau Idle Speed Control adalah komponen yang bekerja menjadi aktuator pada sistem EFI injeksi, lebih tepatnya sebagai pengatur dari idle RPM. Cara bekerja dari Idle Speed Control ini dengan memanfaatkan solenoid valve untuk membuka dan menutup atas saluran idle pada karburator.

Nah, ketika Idle Speed Control dalam kondisi yang kotor dan jarang dibersihkan, maka pasokan udara dari luar menuju inake manifold menjadi agak terhambat.

Dengan bagitu, terjadilah delay yang membuat proses supplay udara ke mesinn pembakaran tidak stabil, selama mesin mengalami idle. Dengan begitu, RPM pun ikut tidak stabil dan gas mobil menjadi naik turun.

Bagaimana cara mengatasinya? Rajinlah untuk membersihkan aktuator Idle Speed Control dan lubang saluran pada idle. Bingung?

Caranya mudah kok! Kamu hanya harus membuka Idle Speed Control, lalu bersihkanlah bagian katupnya. Oh iya, jangan lupa untuk membersihkan juga lubang idle dengan menggunakan pembersih karburator yang tipe spray. Selamat mencoba!

2. Sensor MAF (Mass Air Flow) dan MAP (Manifold Absolut Pressure) Kurang Akurat

Mass Air Flow atau MAF ini terletak pada bagian filter udara. MAF memiliki fungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke dalam mesin pembakaran, berdasarkan kecepatan aliran.

Sedangkan Manifold Absolut Pressure atau MAP bertugas untuk mengetahui kondisi vacum intake manifold.

Terjadinya kerusakan menyebabkan pada MAF dan MAP bisa menjadi penyebab gas mobil naik turun. Dalam kondisi itu, RPM mesin pun menjadi tidak stabil.

Karena letaknya di kawasan filter udara, maka sensor Mass Air Flow dan Manifold Absolut Pressure menjadi rentan kurang bersih.

Pembacaan pada kedua sensor tersebut menjadi tidak akurat, dan data yang dikirimkan oleh sensor pun tidak konsisten.

Hasilnya? Kinerja ECU yang memanfaatkan data dari keduanya untuk menentukan kuantitas bensin masuk ke mesin tidak akurat.

Oleh sebab itu, bensin yang keluar dari injektor juga menjadi tidak konstan volumenya. Dengan begitu, RPM yang dihasilkan tidak stabil.

Biasanya, gejala terjadinya kerusakan pada sensor Mass Air Flow dan Manifold Absolut Pressure kurang akurat, akan diikuti dengan lampu check engine yang terus menyala.

Perbaikan dapat dilakukan dengan cara melakukan deteksi terlebih dahulu, apakah masalah tersebut memang terletak pada sensornya atau lebih kepada rangkaian sensor?

Kemudian, cobalah untuk memeriksa kabel dan konektor kabel yang langsung terhubung dengan sensor MAF dan MAP. Jika sudah, mulailah untuk membersihkan bagian sensor yang kotor dengan memanfaatkan carbon cleaner.

3. Throtle Body Tidak Bersih

Yang terakhir, untuk mesin mobil yang sudah menggunakan sistem TAC, kotoran pada throtle body bisa menjadi penyebab gas mobil naik turun.

Dewasa ini, mesin jenis injeksi sudah mengadopsi sistem drive by wire. Yang artinya, mobil-mobil tersebut sudah tidak memakai kawat kabel dalam menghubungkan pedal gas dengan throtle body.

Sebagai gantinya, sudah diberikan sebuah motor elektrik yang ditanamkan khusus pada katup gas. Secara otomatis, motor elektrik tersebut akan membuat katup membuka dan menutup sesuai dengan perintah pada sensor APP yang dimiliki pedal gas. Mobil-mobil tipe inilah yang lumayan sering mengalami masalah RPM dan gas naik turun.

Tapi, mengapa mobil yang memiliki teknologi TAC lebih sensitif terhadap perubahan kondisi dibanding versi lainnya?

Tentu saja, karena mobil tipe ini tidak hanya memanfaatkan dan berkaca pada satu sensor saja, tetapi juga terdapat banyak sensor lainnya yang mendukung kinerja TAC. Apabila ditemukan kotoran pada pangkal katup, maka idle RPM pun menjadi naik turun.

Untuk membuktikannya, cobalah lepas throtle body dari mesin mobil Kamu. Lalu, perhatikanlah daerah daun katupnya.

Di sana, Kamu akan melihat adanya kotoran yang menghitam pada bagian dinding katup. Kotoran tersebut adalah penyebab gas mobil naik turun. Yang harus dilakukan, segera bersihkan throtle body setelah gejala yang disebutkan di atas mendadak muncul.

Katup yang tidak bersih dapat memicu masalah lainnya pada mobil. Memang begitulah risiko yang terjadi pada mobil-mobil tipe EFI. Setiap komponen yang ada di dalamnya saling bergantung satu sama lain. Jika mau, Kamu bisa membersihkannya sendiri. Namun, kalau dirasa merepotkan, lakukanlah pembersihan di bengkel resmi.

Jadi, apakah sudah paham penyebab gas mobil yang tidak stabil? Pada kondisi tersebut, jarum indikator RPM di dashboard juga menjadi naik turun.

Ada baiknya Kamu melakukan pencegahan kemungkinan terjadinya hal ini, agar tidak terjadi masalah fatal di kemudian hari.

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan atas kondisi mobil secara berkala ya. Minimal lakukanlah pembersihan terhadap masing-masing komponen mobil. Stay safe all!