Home » Cara Kerja » Cara Kerja Flow Meter

Cara Kerja Flow Meter

Bagaimana cara kerja flow meter? Sebelum membahasnya lebih jauh, tahukah Kamu apa itu flow meter? Ya, flow meter ialah sebuah alat pengukuran yang biasanya dipakai untuk mengukur laju pada aliran fluida.

Dimana pergerakan jumlah aliran fluida dapat mengalir dalam saluran terbuka atau pipa tertutup seperti sungai, channel ataupun parit.

Mengenal Flow Meter

Perkembangan manfaat dan fungsi pemasangan alat flow meter sendiri kini telah mengikuti perkembangan dari teknologi terbaru. Flow meter berfungsi sebagai sebuah alat kontrol untuk memonitor sekaligus dapat dikontrol dalam jarak jauh, memakai perangkat android.

Sekarang ini, alat flow meter sendiri tidak hanya digunakan sebagai alat instrumen yang dapat memonitor saja tetapi juga dijadikan sebagai alat pencapaian efisiensi.

Semakin mahalnya harga pangan dan energi saat ini, memaksa kalangan engineering untuk memakai flow meter guna melakukan evaluasi terhadap borosnya penggunaan air, gas, dan lain-lain.

Adapun fluida yang terdapat pada flow meter ini bisa berjenis gas, solid, atau cairan. Jenis liquid atau cairan tersebut bisa saja berbentuk lumpur, air laut, air PDAM, kecap, gula, limbah, syrup, susu,dan gula. Sementara fluida gar sendiri bisa berbentuk LNG, LPG, oksigen, nitrogen, udara, dan lainnya.

Cara Kerja Flow Meter

Cara Kerja Flow Meter

Prinsip dan Sistem Kerja Flow Meter

Cara kerja flow meter sebenarnya bervariasi tergantung dari tipe atau jenis flow meter itu sendiri. Namun hal terpenting yang harus diperhatikan ialah mengetahui jenis fluida, temperatur, kepekatan fluida, working pressure, tingkat keasaman cairan, lingkunan yang bersifat explosion proof, hingga kebersihan fluida itu sendiri yang perlu diinformasikan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan jenis alat flow meter yang tepat.

Jenis-Jenis Flow Meter Air

Flow meter yang sering diaplikasikan dalam industri untuk mengukur debit air ialah electormagnetic flow meter, ultrasonic flow meter, positive displacement flow meter, orifice flow meter, coriolis mass flow meter, thermal mass flw mter, paddlewheel flow meter, turbine flow meter, variable area flow meter, dan vortex flow meter.

Namun di sini Kami akan membahas beberapa jenisnya saja yang perlu Kamu pelajari, diantaranya :

  • Velocity Flow Meter

Cara kerja flow meter jenis ini biasanya memanfaatkan teknik pengukuran kecepatan pada aliran yang biasanya dikalkulasikan sesuai luas penampang pada jalur aliran untuk memperoleh flow rate.

Adapun prinsip ini mengharuskan aliran memiliki karakter laminer. Melalui karakteristik itulah dituntut tingkat kepadatan liquid, yang artinya pada pipa tersebut harus terisi liquid sampai penuh.

Biasanya pembacaan velocity memakai sensor untuk menghasilkan sinyal berdasarkan teknologi yang diaplikasikan lalu diteruskan ke dalam converte atau transmitter.

Dari transmitter atau converter ini dapat dihasilkan sebuah perhitungan flow rate dan output yang lainnya berupa data dan arus.

  • Mass Flow Meter

Sebelum flow meter jenis ini diterapkan, biasanya perhitungan masa di dalam aliran sering dihitung berdasarkan keluaran dari flow meter densimeter dan volumetrik.

Densitas diukur langsung, atau dilakukan perhitungan lewat output dari pressure dan temperatur aliran. Adapun pengukuran massa pada aliran sendiri menurut volumetrik tak terlalu akurat.

Dimana hal tersebut diakibatkan oleh adanya hubungan perubahan yang terjadi antara temperatur dan pressure (tekanan) yang kurang stabil sehingga membuat densitas menjadi tidak pasti, oleh karena itu akurasinya diragukan.

Jenis flow meter ini berguna untuk mengetahui atau menghitung masa dari aliran fluida yang dinamis supaya lebih efisien dan akurat.

Adapun jenis mass flow meter terkenal ialah thermal dan coriolis mass flow meter. Pada jenis coriolis mass flow meter sendiri bisa dipakai untuk pengukuran aliran gas atau liquid dan memiliki tingkat akurasi sangat baik sampai 0,1%. Sementara thermal mass flow meter itu sendiri biasanya diaplikasikan pada fluida gas bersih.

  • Inferential Flow Meter

Jenis flow meter ini tak melakukan pengukuran massa, kecepatan, maupun volume, melainkan melakukan pengukuran aliran dengan cara menyimpulkan nilainya berdasarkan parameter lain seperti akibat perbedaan tekanan ataupun posisi pada luasan area pada sensor.

  • Differential Pressure Flow Meter

Prinsip dari DP flow meter atau Differential Pressure Flow Meter sendiri dilakukan berdasarkan persamaan Bernoulli, dimana menguraikan hubungan yang terjadi antara kecepatan dan tekanan dalam sebuah aliran fluida.

Jenis alat ini biasanya memandu aliran menuju sebuah penghalang aliran, karenanya menyebabkan terjadinya perubahan kecepatan pada aliran sekaligus tekanan antara sisi downstream dan upstream pada penghalang.

Jenis Flow Meter Berdasarkan Instalasinya

1. Insertion Flow Meter

Merupakan sejenis flow meter, yang proses instalasinya dengan melubangi pipa tempat untuk masuk sensor ke pipa.

Kemudian dipasangi fitting uuntuk mendudukan sensor pada flow meter menuju fitting yang nantinya diperkuat oleh pins key, slotting atau mur.

2. In Line Flow Meter

In line flow meter adalah jenis yang paling populer digunakan. Kita tahu bahwa seluruh jenis dari flow meter memiliki proses instalasi inline, entah itu yang diaplikasikan untuk gas ataupun liquid (cair).

Adapun sistem instalasi inline flow meter sendiri dilakukan dengan cara memotong bagian pipa. Sementara sistem koneksinya sendiri dapat memakai flange, ulir, sanitary clamp atau triclampwelding, maupun wafer.

3. Clamp on Flow Meter

Flow meter jenis ini termasuk jenis yang instalasinya tanpa memotong atau melubangi pipa. Biasanya clamp on flow meter memakai komponen sensor berjenis ultrasonic dan biasa disebut sebagai transducer ultrasonic.

Cara kerja flow meter jenis ini ialah dengan cara mengukur kecepatan pada aliran fluida, memakai ultrasound sehingga lewat perhitungan transmitter ultrasonic volume dapat terbaca saat mengalir.

Manfaat dan Fungsi Penggunaan Flow Meter

Dalam aplikasinya, alat flow meter seringkali dipakai untuk pengukuran karakter aliran berbentuk flow rate (laju alir), total volume, dan velocity. Di samping itu, pada flow meterjenis tertentu dapat menghitung total masa dan aliran masa cairan yang sedang mengalir.

Berdasarkan ulasan di atas, tentu sebelum Kamu membeli flow meter alangkah baiknya tentukan manfaat, tujuan dan spesifikasi fluidanya terlebih dahulu.

Dengan begitu, investasi mahal tersebut dapat memberikan hasil optimal. Mengingat flow meter berkualitas tentu saja bukan yang kuat, mahal, maupun presisi, melainkan yang dapat memberikan manfaat secara maksimal. Sebab flow meter wajib memenuhi unsur biaya operasional, ketersediaan budget dan maintenance.

Selain itu, pemilihan jenis dan model flow meter itu sendiri tergantung dari aplikasi serta disesuaikan dengan kondisi lapangan. Kesulitan instalasi biasanya terjadi, baik itu dikarenakan oleh kondisi ataupun posisi instalasi yang telah terhalang proses yang tak boleh berhenti.

Sebenarnya tingkat akurasi cara kerja flow meter itu sendiri cukup bervariasi, hal ini disesuaikan dengan model dan jenis flow meter itu sendiri. Ada yang memilliki tingkat akurasi 0.5%, 1%, 2%, 5%, bahkan ada pula yang akurasinya 0.2%.