Home » Mengatur » Cara Menurunkan RPM Mobil Injeksi

Cara Menurunkan RPM Mobil Injeksi

Untuk pemilik mobil injeksi, cara menurunkan RPM Mobil Injeksi masih menjadi cara yang dicari oleh pengguna mobil.

Hal ini sendiri berkaitan erat dengan meningkatnya produksi mobil yang sudah menggunakan sistem injeksi dengan sudah terintegrasi dengan sensor komputer.

Selain itu, mobil injeksi juga dikenal dengan keunggulannya yang mana sangat irit untuk digunakan ketika berjalan jauh, ataupun harian.

Gak hanya itu aja sob, harga dari mobil injeksi sendiri juga sangat terjangkau, sehingga banyak orang orang yang lebih memilih membeli mobil injeksi.

Itulah kenapa mobil injeksi sangat banyak diminati oleh masyarakat indonesia saat ini. Tapi jangan salah. Faktanya, masih saja ada kendala yang terjadi pada mobil injeksi, seperti

RPM Mobil Sering Naik Sendiri

Masalah yang pertama sangat perlu dihindarkan oleh pemilik mobil injeksi. Pasalnya, ketika RPM Mobil injeksi sering naik sendiri, otomatis hal yang terjadi adalah mobil seperti melaju sendiri, padahal kondisi pedal gas tidak diinjak.

Jika hal ini dibiarkan, tentunya masalah ini sangat membahayakan pengguna ataupun penumpang didalam mobil.

Selain itu, masalah ini juga berpengaruh pada kinerja mesin yang mana akan merusak sensor pada mobil injeksi, dan kemungkinan mobil tidak akan bisa menyala atau mogok.

Masalah pada ISC (Idle Speed Control)

ISC merupakan bagian dari mesin yang biasanya menjadi masalah pada mesin mobil injeksi. Kondisi seperti ini biasanya dipengaruhi oleh kebocoran pada katup servo yang diakibatkan oleh banyaknya kotoran pada mesin.

Sehingga, hal ini membuat putara mesin terus meningkat, dan menggangu MAP Sensor sehingga RPM Mobil bisa tiba-tiba naik dengan sendirinya.

Air Flow Sensor Unit Cepat Kotor

Air Flow Sensor Unit merupakan filter udara yang ada didalam mesin mobil. Adapun kerusakan yang terjadi pada Air Flow Sensor Unit dapat menyebabkan mesin cepat panas, dan RPM mobil meningkat dengan sendirinya.

Masalah Selang Vakum

Selanjutnya adalah masalah pada Selang Vakum. Biasanya, hal ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada MAP Sensor, sehingga mengganggu kinerja mesin dan kontrol gas.

Wah, kalau selang vakum tidak segera dibersihkan, otomatis ini bisa mengganggu kinerja RPM pada mobil injeksi dan menyebabkan RPM sering naik dengan sendirinya.

Nah, dari beberapa masalah diatas yang menyebabkan RPM Mobil injeksi cepat naik adalah, kamu bisa melakukan pembersihkan ataupun pengecekan Rutin pada mesin dan juga bagian lain dari injeksi.

Itulah mengapa, kamu perlu menurunkan RPM mobil injeksi ketika dirasa kondisi ini sudah mulai mengganggu kamu dalam berkendara.

Lantas, bagaimana cara menurunkan RPM mobil injeksi?

Cara Menurunkan RPM Mobil Injeksi

Cara Menurunkan RPM Mobil Injeksi

Menurunkan RPM Mobil Injeksi | IMG: Freepik.com

Adapun cara yang bisa kamu lakukan untuk menurunkan RPM mobil injeksi masih terbilang mudah. Kamu hanya perlu

1. Rutin Melakukan Servis Injeksi

Bagian mobil Injeksi memang terbilang cukup sensitif. Jika sudah terjadi satu kerusakan kecil, maka otomatis kerusakan lain akan mengikutinya.

Oleh karena itu, sebelum kamu mengalami kerusakan makin parah, kamu bisa melakukan pembersihkan atau servis injeksi secara rutin dan berkala.

Adapun waktu yang disarankan untuk melakukan servis injeksi adalah sebulan sekali, ataupun 2 bulan sekali.

Namun rentang waktu diatas tidak semata mata menjadi acuan yang pasti. Terlebih jika kamu menggunkan mobil terlalu sering.

Oleh karena itu, sesuaikan batas pemakaian mu dengan waktu servis yang rutin dan berkala. Ketika dirasa mobil sudah ‘aneh’ rasanya, silahkan lakukan servis sebelum terjadi kerusakan.

2. Rutin Membersihkan Air Flow Unit

Seperti pada poin sebelumnya, Air Flow Unit sangat berperan penting untuk kinerja mobil injeksi. Terlebih, jika Air Flow Unit sudah masuk dalam usia yang cukup lama.

Maka dari itu, kamu bisa melakukan servis atau pembersihkan Air Flow Unit secara berkala berbarengan dengan melakukan servis injeksi tadi.

Dengan kondisi Air Flow Unit yang bersih, tentunya mobil akan lebih maksimal bekerja dan tidak mengalami kerusakan seperti RPM tiba tiba naik.

Tapi jika mungkin pada saat pemeriksaan Air Flow Unit sudah terjadi kerusakan yang cukup parah, kamu bisa mengganti Air Flow Unit tersebut dengan yang baru.

3. Lakukan Servis Besar secara Berkala

Sama seperti melakukan servis Injeksi secara berkala, kadang kala kalian harus melakukan servis besar pada mobil injeksi.

Biasanya, servis jenis ini akan mencakup beberapa hal penting pada injeksi mobil. Baik itu melakukan pemeriksaan injeksi lewat komputer, ataupun pembersihkan part – part lain pada mesin.

Umumnya pula servis besar bisa dilakukan sebulan sekali secara rutin. Hal ini tentunya selain untuk menjaga kesehatan mesin mobil, ini juga bisa menjadi alternatif untuk menjaga sistem injeksi pada mobil agar tetap stabil dan normal.

4. Periksa Idle Speed Control

Bagian penting dari mobil injeksi yang kadang kala menjadi penyebab RPM sering naik sendiri adalah kerusakan pada Idle Speed Control.

Kenapa hal ini terjadi? Sebab Idle Speed Control merupakan komponen yang mempengaruhi bagaimana perputaran mesin yang terhubung dengan ECU pada Mobil.

Datanglah ke bengkel mobil resmi dari vendor mobil mu, kemudian mintalah montir untuk melakukan pemeriksaan pada Idle Speed Control (ISC).

Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi Idle Speed Control dari mobil injeksi kalian.

Setelah diagnosa dilakukan, kamu akan dihadapkan dengan 2 opsi yang harus kamu pilih

  • Membersihkan bagian Idle Speed Control
  • Mengganti bagian Idle Speed Control

Tentunya kedua pilihan atau opsi ini akan sangat dipengaruhi oleh kondisi Idle Speed Control. Jika kondisinya masih cukup baik dan bisa bertahan lama, silahkan dibersihkan terlebih dulu.

Tapi jika memang sudah tidak dalam kondisi baik dan tidak bisa dibersihkan, kamu bisa langsung mengganti Idle Speed Control dengan yang baru.

5. Melakukan Setting RPM

Terakhir, setelah melalui prosess yang panjang, kamu tinggal melakukan satu step akhir untuk menurunkan RPM Mobil injeksi.

Kamu bisa meminta montir andalanmu untuk melakukan pengaturan RPM seperti semua atau dalam kondisi standar.

Cara ini bisa membantu kamu untuk mengetahui batasan dari RPM Mobil Injeksimu dan juga mengatur ulang settingan RPM agar kembali normal seperti semula.

Atau, jika dirasa RPM Mobilmu terlalu tinggi, kamu bisa meminta motir yang berpengalaman untuk menurunkan RPM mobil injeksimu agar sesuai dengan batas wajar.

Kesimpulan

Adapun beberapa cara diatas, sebenarnya bisa disesuaikan dengan bagaimana kalian merawat mobil injeksi.

Sebab sudah bukan hal yang mengherankan lagi, selain karakter mobil injeksi yang sensitif, faktor lain pada mesin mobil injeksi juga kadang mempengaruhi kinerja dari sensor injeksi itu sendiri.

Oleh karena itu, menjaga kondisi mobil dan mesin tetap bersih adalah langkah paling mudah yang bisa kamu lakukan agar tidak terjadi error pada injeksi ataupun masalah pada RPM mobil injeksi.

Itulah beberapa cara menurunkan RPM Mobil Injeksi yang bisa kamu terapkan. Semoga bisa menjadi referensi yang baik untukmu, dan semoga bermanfaat.