Home » Biaya » Biaya Asuransi JNE

Biaya Asuransi JNE

Hampir sama dengan produk asuransi pengiriman yang lain, tentu Biaya Asuransi JNE sangat penting untuk diketahui. Sehingga kita tidak hanya menggunakan jasanya saja, namun juga paham dengan berbagai hal didalamnya.

Untuk saat ini, mungkin kamu sudah tidak asing dengan perusahaan JNE. Pasalnya JNE sudah banyak dikenal dan termasuk salah satu perusahaan yang bergerap pada bidang layanan ekspedisi.

JNE sendiri sudah mempunyai jangkauan wilayah yang cukup luas. Sehingga membuatnya dikenal sebagai perusahaan pengiriman barang dan banyak digunakan oleh masyarakat.

Bersama dengan luasnya wilayah negara Indonesia, tentu membuka peluang bagi JNE untuk meningkatkan bisnis. Kondisi tersebut bisa dilihat dari pesatnya perkembangan JNE ditengah persaingan.

Dalam kurun waktu beberapa tahun saja, JNE sudah mempunyai banyak kantor cabang. Sekaligus menjadikan mereka mempunyai banyak mitra bisnis sekaligus mampu mengembangkan perusahaan dengan mudah dan cepat.

Biaya Asuransi JNE

Biaya Asuransi JNE

Pada setiap proses pengiriman barang, tentu saja JNE menerapkan berbagai macam aturan. Bahkan ada kebijakan yang perlu dan bisa mendukung pelayanan yang mereka berikan pada setiap pelanggan.

Kondisi ini diberikan sebagai jaminan bagi layanan yang diberikan, termasuk juga dengan layanan asuransi. Nah, apa yang dimaksud dengan asuransi?

Mempunyai peranan atau prinsip yang sama selayaknya asuransi kesehatan ataupun mobil. Asuransi pada pengiriman barang akan memberikan jaminan risiko yang bisa saja terjadi pada barang kiriman tersebut.

Hal ini dilakukan untuk bukti bahwa perlindungan yang diberikan atas risiko, kehilangan, kerusakan, atau bahkan keterlambatan pengiriman barang.

Intinya asuransi pengiriman yang diterapkan oleh pihak JNE, akan berperan penting dalam menjamin keselamatan barang yang dikirim tersebut.

Dengan demikian, kamu sebagai pelanggan tidak harus khawatir dengan berbagai risiko yang mungkin terjadi. Khususnya pada saat barang dalam perjalanan kirim.

Layanan asuransi dari JNE ini bisa dipakai untuk pengirman barang ataupun dokumen berharga. Dokumen yang dimaksud mencakup :

  • Barang yang mmepunyai nilai lebih dari Rp 1 juta.
  • Jenis barang yang nilainya lebih besar 10 kali, dibandingkan juga dengan ongkir.
  • Beberapa dokumen yang dianggap berharga.

Contoh Perhitungan Biaya Asuransi JNE

Ada sebuah rumus yang bisa kamu pergunakan untuk melakukan perhitungan jumlah biaya asuransi JNE. Yakni (20,2% x harga / nilai barang) + biaya admin sebesar Rp 5 ribu.

Semisal pelanggan mengirimkan barang elektronik seharga Rp 3 juta, maka perhitungan biaya asuransi ialah :

(0,2% x Rp 3 juta) + Rp 5 ribu = Rp 11.000,-

Akan tetapi, terlepas dari ketentuan perhitungan tersebut, JNE nyatanya juga menerapkan peraturan khusus teruntuk barang tertentu.

Sehingga nilai tanggungan yang diberikan pada beberapa dokumen berharga yang diasuransikan, penggantian hanya terbatas pada jasa atau nilai. Penerbitan kembali dokumen yang dimaksud, tidak termasuk nilai nominal atau harga dokumen.

  • BPKB Mobil, nilai maksimal asuransi Rp 3,5 juta / buku.
  • STNK Mobil, nilai maksimal asuransi Rp 2 juta / lembar
  • BPKB Motor, nilai maksimal asuransi Rp 2,5 juta / buku.
  • STNK Motor, nilai maksimal asuransi Rp 1 juta / lembar.
  • Ijasah, nilai maksimum asuransi Rp 200 ribu.
  • Paspor, nilai maksimal asuransi Rp 500 ribu.
  • Sertifikat tanah asli, maksimal asuransi Rp 2 juta.
  • Dokumen penting lain, bisa diasuransikan dengan maksimal Rp 2 juta / dokumen.
  • Sarang burung walet, dibebankan asuransi sesuai harga barang + surcharge 200% dari tarif / publish rate. Untuk kerugian, tertanggung dibebankan biaya pengurangan sebesar Rp 10% (minimum Rp 500 ribu/kejadian).

Prosedur Klaim Asuransi JNE

Teruntuk kasus barang hilang, rusak, atau juga mengalami keterlambatan pengiriman. Maka pelanggan bisa melakukan klaim dengan melengkapi dokumen sebagai berikut :

  • Bukti airway bill atau resi yang asli.
  • Bukti resi asuransi yang dimiliki pelanggan.
  • Mengisi surat klaim yang dilengkapi dengan identitas diri yang sah.
  • Invoice atau faktur pembelian barang yang dikirim.

Proses pengajuan klaim bisa dilakukan dengan cara mendatangi langsung kantor pusat, cabang, atau sub agen JNE yang berada di lokasi masing-masing.

Atau bisa pula menggunakan alternatif lain dengan menghubungi customer service pada layanan Phone : 021 2927 888/Email: customercare@jne.co.id

Pengiriman Barang JNE

Sama halnya asuransi perjalanan, tentu kita berharap ada sebuah ayanan yang aman, cepat, murah, dan juga terjamin. Kondisi ini yang juga diupayakan oleh banyak perusahaan ekspedisi dalam memberikan layanan.

Meski semua tampak sama, akan tetapi perusahaan pengiriman barang mempunyai standar pelayanan yang berbeda. Pastinya, setiap perusahaan mempunyai keunggulan pada setiap layanan yang diberikan.

Serta, hal ini juga yang kemudian menjadi nilai jual bagi bisnis yang sudah mereka geluti.

Pada prakteknya, JNE nyatanya mempunyai berbagai aturan yang ditetapkan dalam perusahaan. Tentu hal tersebut juga disesuaikan dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Dengan diterapkannya berbagai aturan pada sebuah bisnis ekspedisi, maka diharap mampu memberikan sebuah standar kerja yang lebih baik. Sekaligus sesuai denganbeberapa macam ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Intinya semua varian bisnis, bsa dijalankan dengan aman dan tidak lenaggar peraturan perundang0undangan yang berlaku.

Setidaknya ada 3 poin yang perlu kamu pejari terkait dengan pengiriman barang di JNE. Beberapa diantaranya mencakup :

Aturan Pengemasan

Proses pengiriman barang melalui layanan ekspedisi, selalu diberlakukan aturan pengemasan standar yang umumnya ditetapkan oleh perusahaan terkait.

Kondisi ini umumnya dilakukan dengan mengemas menggunakan lapisan karton, plastik, serta berbagai kemasan yang lain.

Tujuan dari pengemasan barang ini, ialah untuk melindungi serta mencegah terjadinya kerusakan pada barang yang dikirim. Sehingga barang yang dimaksud bisa sampai apda tujuan dengan baik dan semestinya.

Terlepas dari pengemasan standar tersebut, JNE juga mewajibkan pelanggan mengemas barang dengan menggunakan packing kayu. Hal ini berlaku pada barang yang dianggap mudah bocor, rusak, ataupun pecah.

Akan tetapi, jika nyatanya pelanggan tidak melakukannya, maka semua kerusakan bukan tanggungan JNE dan sepenuhnya kesalahan pelanggan.

Penanganan Khusus

Selain tentang pengemasan, pengiriman barang berupa cairan kimia juga membutuhkan penanganan khusus. Sehingga pengiriman barang ini harus disertai dengan Material Safety data Sheet 9MSDA).

MSDA sendri dikeluarkan oleh lembaga, perusahaan, atau laboratorium resmi yang menjelaskan tentang kandungan, sifat, dan juga cara penanganan barang tersebut.

Dengan demikian, pihak ekspedisi bisa mengatur serta menangani cairan atau zat kimia dengan semestinya. Sehingga pengiriman bisa berjalan aman dan lancar.

Biaya Tambahan (Surcharge) dan Syarat Lain

Terlepas dari kedua aturan yang sudah kami sebutkan di atas, pihak JNE juga menerapkan beberapa biaya tambahan secara khusus. Tidak terkecuali pada pengiriman tertentu yang memang memerlukan penanganan istimewa.

Umumnya, hal ini berlaku pada perjalanan pengiriman pada barang yang tercantum dibawah ini.

  • Jenis pengiriman cairan berbahaya, khususnya barang mengandung bahan kimia yang mudah meledak atau terbakar.
  • Pengiriman Bank Note, sarang walet, perhiasan, serta barang yang mempunyai nilai (harga) di atas 5 ribu dolar AS.
  • Pengiriman beberapa barang yang dikemas dalam ukuran yang besar atau berat yang cukup besar.

Sekedar untuk tambahan informasi, penerapan biaya tambahan (surcharge) tersebut. Tentu akan disesuaikan dengan aturan dan kebijakan yang berlaku di JNE.