Home » Cara Kerja » Cara Kerja Dropship

Cara Kerja Dropship

Cara kerja dropship sebenarnya tak jauh berbeda dari cara kerja bisnis drop n shop.  Untuk pembahasan artikel kali ini, kita akan membahas lebih jauh tentang bisnis dropship, cara kerja dan keuntungannya.

Dalam menjalankan sebuah usaha atau bisnis, kita tentu menginginkan bisnis yang minim resiko dan membutuhkan modal atau biaya yang tidak besar. Pertimbangan tersebut tentunya akna diambil agar nantinya kita ak akan kehilangan apapun saat usaha atau bisnis yang dijalankan tak berjalan lancar sesuai harapan. Oleh karenanya, kita pun tak akan mendapatkan kerugian besar.

Di era modern seperti sekarang ini, sebenarnya ada banyak jenis bisnis yang dapat Kamu lakukan, seperti memproduksi produk atau jasa sendiri yang akan ditawarkan/dijual, menjadi distributor atau supplier resmi, dan bisa juga sekedar menjadi reseller dengan menjual kembali produk dari supplier, bahkan Kamu juga bisa menjalankan metode bisnis dropship.

Bisnis dropship sendiri adalah sebuah metode bisnis cukup unik jika dibandingkan yang lainnya. Untuk memahami lebih jelas tentang bisnis dropship, simak ulasan pengertian dropship dan cara kerja dropship di bawah ini!

Pengertian Dropship

Dropship merupakan sebuah metode bisnis, yang mana sebuah usaha atau seseorang menawarkan barang/produk orang atau supplier tanpa harus membeli produk tersebut terlebih dahulu. Kemudian produk tersebut nantinya akan dikirimkan langsung ke pelanggan atau customer.

Sebenarnya kata dropship sendiri dikenal juga dengan sebutan drop shipping, dimana dalam bahasa Inggris berarti “mengirimkan barang yang dititip atau barang titipan” walaupujn sebenarnya asal penggunaannya tak begitu diketahui.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dimana dengan metode dropship Kamu sebagai penjual tak perlu harus menyetok atau membeli barang terlebih dahulu, sebab pesanan yang kamu terima  dari pembeli nantinya cukup disampaikan ke pihak penyedia produk saja.

Selanjutnya merekalah yang memproduksi barang tersebut lalu melakukan pengiriman ke pelanggan atau pembelimu.

Metode dropship tesebut sebenarnya sangat umum dijalankan bagi mereka yang mempunyai modal usaa terbatas, bahkan Kamu tak memerlukan modal apapun untuk menjalankan bisnis ini.

Kamu hanya perlu menerima pembayaran pembeli lalu membayarkannya ke supplier dan menyimpan kelebihan pembayaran dari pembeli sebagai keuntungan.

Lalu, Bagaimana Cara Kerja Sistem Dropship?

Cara Kerja Dropship

Cara Kerja Dropship

Cara Kerja Dropship | Img: Freepik.com

Sebenarnya cara kerja dropship sendiri sangat simpel, yaitu Kamu hanya perlu mencari supplier atau produsen produk tertentu yang bersedia menawarkan bisnis dropship ini, lalu kemudian supplier tersebut berkomitmen untuk mengirimkan produk/pesanan yang diorder dari penjual, kepada pembeli yang sudah membeli produk mereka lewat Kamu sebagai penjualnya.

Dalam sistem dropship ini umumnya ada beberapa pihak penyedia produk maupun jasa yang berkenan untuk tidak mencantumkan atau menyebutkan toko mereka di faktur pembelian. Selain itu ada juga yang bersedia memasang nama dropshipper tersebut.

Proses mencari supplier yang bersedia melakukan sistem dropship ini sebenarnya merupakan hal yang menantang bagi Kamu, sebab ada banyak penyedia jasa atau produk yang enggan menerapkan konsep bisnis ini ke dalam sistem penjualan mereka.

Adapun alasannya dikarenakan mereka khawatir reputasi toko atau merek mereka tercemar akibat ketidakpahaman para pelaku dropshipper terhadap produk yang ditawarkannya, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan keterangan yang kurang tepat mengenai produk mereka ke pelanggan dropshipper oleh dropshipper itu sendiri.

Selain itu, kekhawatiran lainnya ialah kualitas layanan customer yang diberikan oleh para dropshipper ke pembeli/pelanggan mereka, dimana jika dibiarkan dapat memperburuk brand image penyedia produk itu sendiri.

Namun di sisi lain, metode dropship yang dapat dilakukan dengan modal sedikit atau tanpa modal tersebut sangat menggiurkan setiap orang dalam melakukan wirausaha. Akan tetapi di samping itu, tanpa adanya modal yang artinya dropshipper tak merasa mempunyai resiko apapun jad banyak yang melakukan penjualan produk supplier mereka sesuka hati.

Dalam menjalankan usaha dropship ini, Kamu dapat melakukannya kapan saja dan dimana saja, entah itu secara online maupun offline. Walaupun dalam usaha jenis ini biasanya metode online-lah sebagai metode yang banyak dipilih.

Kamu dapat membuka toko online di beberapa marketplace terkenal di Indonesia, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, dan sebagainya, bisa juga dengan membuat web online shop sendiri.

Tentu saja jika Kamu tidak ingin mengeluarkan modal sama sekali, sebaiknya pilih marketplace tertentu sebagai tempat berjualan, sebab biasanya membuat online shop atau akun di tempat merka tanpa dikenakan bayaran. Bahkan lebih dipercaya para pengunjung.

Misalnya, Kamu tertarik menjual produk X dengan metode dropship, harga jual yang ditawarkan supplier adalah senilai Rp. 100 ribu, lalu Kamu pun dapat menjualnya dengan harga lebih dari itu, seperti Rp. 150.000-Rp. 200.000, tergantung keinginan.

Saat ada orderan masuk, selanjutnya Kamu cukup memesan produk ke supplier, lakukan pembayaran untuk orderan tersebut sesuai dengan harga jual yang diminta, lalu meminta supplier untuk mengirimkan orderan produk tadi ke alamat pembeli.

Keuntungan Sistem Dropship

Keuntungan yang dapat Kamu peroleh dengan melakukan usaha dropship ini salah satunya ialah peluang untuk bisa membukan bisnis sendiri tanpa memerlukan modal.

Tapi sebenarnya selain keuntungan tersebut, Kamu juga akan mendapatkan banyak keuntungan lainnya, seperti berikut :

  1. Tidak harus menyetok barang sama sekali
  2. Tidak perlu pusing-pusing memikirkan produksi barang
  3. tidak perlu lagi memikirkan pengiriman pesanan ke pelanggan
  4. Bisa menjual berbagai macam produk maupun jasa dari beberapa penyedia.

Selain itu, dari pihak penyedia produk maupun jasa, supplier juga akan memperoleh banyak keuntungan dengan menerapkan sistem dropship ini, diantarana :

  1. Para dropshipper bisa dianggap sebagai sales gratis tanpa harus digaji
  2. Dapat meningkatkan penjualan
  3. Lebih diminati dan dicari oleh orang-orang yang menggunakan metode penjualan dropship
  4. Dapat memperluas jangkauan konsumen

Kerugian Sistem Dropship

Selain banyak keuntungan di atas, sistem dropship pun mempunyai beberapa kerugian. Apalagi jika Kamu tidak mengantisipasinya atau mempersiapkannya dengan benar.

Adapun beberapa kerugian sistem dropship ialah sebagai berikut :

  1. Tidak mempunyai kendali terhadap ketersediaan produk
  2. Kualitas produk sulit dijamin oleh dropshipper
  3. Sulit melakukan pengontrolan pengiriman orderan sebab semuanya tergantung pihak suplier
  4. Komplain terhadap pertanyaan tentang produk maupun jasa yang dijual harus dihadapi sendiri, namun Kamu harus menanyakannya lagi ke pihak penyedia produk maupun jasa itu sendiri.

Sedangkan kerugian yang sering dialami penyedia produk maupun supplier lainnya jika merapkan konsep dropship, diantaranya :

  1. Kualitas layanan customer yang tak dapat dikendalikan, sebab tergantung dari tiap-tiap dropshipper itu sendiri.
  2. Sulit melakukan verifikasi komplain sebab tidak ikut terlibat langsung dengan pelanggan.
  3. Reputasi merekmu, khususnya jika Kamu produsen langsung akan sangat tergantung dari kualitas layanan tiap-tiap dropshipper.

Nah, bagaimana cara kerja dropship, keuntungan dan kerugiannya apakah sudah Kamu pahami? Jika sudah, Kamu tinggal memutuskan apakah ingin mencoba usaha dropshipper ini ataukah tidak!