Home » Cara Kerja » Cara Kerja Flow Switch

Cara Kerja Flow Switch

Bagaimana cara kerja flow switch? Ya, flow switch adalah sensor aliran atau flow sensor yang mendeteksi aliran dalam sebuah sistem aliran terbuka maupun tertutup.

Flow switch biasanya akan bekerja dengan membuka atau menutup jika terdapat sebuah aliran atau berhentinya aliran tergantung dari output contact sesuai keinginan NO atau NC.

Mengingat fungsi dari flow switch sendiri dianggap sebagai sebuah kontrol aliran, tidak sedikit pula yang memakai istilah sensor control aliran atau flow control.

Namun pada kenyataanya alat ini termasuk sejenis sensor flow, jadi banyak orang yang menganggap jika flow switch sendiri sama seperti flow sensor sebagai bagian dari sensor pada flow meter.

Apa Saja Fungsi dari Flow Switch?

Flow switch banyak dipakai untuk melindungi proses yang tak sesuai rencana, sehubungan adanya aliran dari suatu fluida. Untuk lebih jelasnya, simak fungsi dari flow switch di bawah ini :

  1. Tetap menjaga kualitas produksi pada proses yang terganggu akibat kualitas aliran dari fluida itu sendiri.
  2. Menjaga terjadinya kerusakan yang memicu aliran seperti pada pompa yang over heating akibat flow velocity atau flow rate tidak sesuai seperti yang disyaratkan.
  3. Menjaga mesin terhadap kerusakan akibat over heating yang disebabkan oleh sistem pada aliran pendingin yang tidak sesuai seperti yang disyaratkan.

Jadi, flow switch sendiri bisa juga diaplikasikan sebagai saklar otomatis pada pompa air dan biasanya bekerja akibat adanya dorongan air, yang mana saat keran dibuka maka air dari sumber atau tangki akan mendorong bagian lidah sensor yang terdapat dalam flow switch, kemudian menyambungkan pompa dengan sumber aliran listrik, lalu pompa pun akan hidup.

Fungsi flow switch itu sendiri hanya sebagai penggerak flopper, yang mana air pada pipa berperan sebagai penggerak pada flapper. Menggunakan sistem penggerak mekanik, dimana tuas penggerak mekanik nantinya menarik switch untuk fungsi on/off flow switch.

Supaya switch elektrik tersebut bekerja dengan maksimal, maka kombinasi mekanik yang terjadi antara pemakaian spring dan membran dapat memaksimalkan fungsi pada switch dengan cara otomatis, sampai sinyal on/off pun akan terjadi.

Mengingat flow switch ini bekerja menurut sistem aliran atau tekanan air pada pipa, selanjutnya akan aktif menjadi sinyal on off menuju fire alarm, oleh karena itu pemasangan pada flow switch sendiri tak bisa terbalik. Karena switch hanya bisa aktif jika rangkaian mekanik berbentuk tuas mekanik terdorong tekanan atau gerakan air pada pipa sesuai arah aliran yang benar.

Jenis-Jenis Flow Switch Menurut Cara Kerjanya

Cara Kerja Flow Switch

Cara Kerja Flow Switch

Sebenarnya flow switch termasuk ke dalam cara kerja flow meterkarena masih bagian dari sensor flow meter. Nah, flow switch juga terdiri dari beberapa jenis. Pada flow switch yang memakai sensor berupa sensor electromagnetic, ultrasonic,maupun yang lainnya, jadi flow sensor ini biasanya akan berperan sebagai switch. Akan tetapi pada sistem mechanical sendiri biasanya memakaipaddle yang bergerak saat terjadinya flow ataupun sebaliknya. Flow switch jenis ini sama separti switch pada umumnya yang memberikan contact ketika terdapat aliran atau dapat memutus contact ketika tak terdapat aliran.

Adapun kelemahan flow switch mechanical sendiri biasanya tidak akan berfungsi baik ketika aliran tidak mengalami pergerakan tapi tekanan yang ada dalam aliran tetap positif. Lain halnya dengan jenis flow switch yang memakai sensor electric, berupa sensor magnetic atau ultrasonic.

Kekurangan flow switch mechanical ialah besar kecilnya laju alir tidak dapat diatur dengan pasti, hal ini berbeda dari flow switch yang memakai sensor electrik, umumnya besarnya flow velocity dapat diatur dengan cara memasukkan minimal dan maksimal flow rate.

Aplikasi Flow Switch Pada Proses Mesin

Biasanya flow swtich banyak diaplikasikan untuk melindungi :

  1. Compressore entah itu compressor udara ataupun chiller untuk memantau laju aliran pada oli pelumas compressor.
  2. Mesin pompa terhadap over heating pada motor sekaligus kerusakan pada seal pompa akibat cairan atau fluida yang dipompa tidak ada alias kosong.
  3. Sistem pendinginan dalam proses condensor di sistem chiller yang biasanya berkaitan dengan alat cooling tower.
  4. Over heating atau panas berlebih pada komponen bearing akibat terganggunya sistem cooling seperti pada mesin CNC dan pembangkit turbin.
  5. Over heating oli hyrdaulic yang terdapat dalam mesin hydraulic press.
  6. Overheating dalam mesin injection molding maupun sejenis.

Akan tetapi, untuk proses tertentu dengan tujuan memantau laju alir atau total dari volume aliran, maka fungsi dari flow switch sendiri sudah ada dalam flow transmitter, terutama saat memakai flow meter digital.

Aplikasi Flow Switch : Water Flow Switch Fire Sprinkler

Sebenarnya ada banyak aplikasi dari flow switch yang bisa kita jumpai dalam industri, salah satunya water flow switch fire sprinkle. Apa itu water flow switch fire sprinkler? Ya, alat ini merupakan perangkat elektrik atau mekanikal yang didesain atau dirakit ke sebuah sistem fire sprinkle dan fire alarm memakai kabel konvensional. para petugas pemadam kebakaran biasanya akan bereaksi saat alarm kebakaran berbunyi, sementara alarm akan beraksi ketika ada laporan atau menyalanya alarm lain terlebih dahulu.

Adapun tampilan dari waterflow switch itu sendiri ada diantara system fire alarm dan fire suppression system pada sebuah gedung. Dimana alat tersebut mendeteksi aliran air pada sprinkle, sehingga membuat alarm berbunyi yang menandakan orang-orang di dalam gedung harus dievakuasi.

Jadi, fungsi utama dari water flow switch fire sprinkler sendiri diantaranya :

  • Dapat memberitahukan para pengguna gedung untuk melakukan evakuasi segera.
  • Memberitahukan para petugas pemadam kebakaran apabila di dalam gedung membutuhkan bantuan mengatasi kebakaran yang terjadi.
  • Menunjukkan kepada para petugas pemadam kebakaran yang datang, letak dari titik api serta dimana saja petugas dapat menyambungkan selang fire hose yang mereka bawa.

Pemadam kebakaran pun menganggap jika tindakan pencegahan memakai sistem sprinkle sendiri lebih efektif dibandingkan memakai indikator pada sistem alarm. Terkadang detektor alarm juga bisa saja salah ketika berbunyi, mungkin bisa dikarenakan adanya terjadinya human error atau kegagalan sistem.

Ya, itulah pembahasan tentang cara kerja flow switch dan aplikasinya yang bisa kita jumpai, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam industri. Semoga bermanfaat!