Home » Cara Kerja » Cara Kerja Generator

Cara Kerja Generator

Bagaimana cara kerja generator? Ya, generator merupakan peralatan yang berfungsi untuk memasok sumber tenaga listrik saat terjadinya pemadaman listrik (PLN) dan dapat mencegah terjadinya diskontinuitas pada aktivitas pekerjaaan dan gangguan operasional usaha. Biasanya generator ini tersedia untuk berbagai kapasitas keperluan listrik yang berbeda.

Fungsi Generator

Generator termasuk peralatan elektronik yang berguna untuk mengubah input berbentuk energi kinetik ke dalam gelombang listrik dan berlangsung satu kali pada input atau secara terus menerus.

Pertemuan gelombang tersebut akan menyebabkan terjadinya beda potensial, oleh karenanya terbentuklah sebuah aliran elektron yang berasla dari kutub negatif menuju kutub positif, yang biasa kita sebut energi listrik.

Adapun fungsi generator itu sendiri, terdiri dari beberapa macam berikut ini :

  • Umumnya generator dipakai untuk mendapatkan energi listrik yang dijadikan sebagai sumber tenaga pada rangkaian-rangkaian tertentu yang membutuhkan listrik.
  • Generator dijadikan alat pendeteksi frekuensi yang terdapat pada suatu gerakan elektrik.
  • Dalam beberapa alat pengukuran, cara kerja generator biasanya diaplikasikan untuk mengukur adanya pergerakan.

Biasanya sumber energi pada generator, bisa berasal dari beberapa macam. Adapun contoh paling mudah dalam pembangkit listrik, sehingga sumber tenaganya dapat diperoleh dari kincir dengan pergerakan berasal dari air atau energi angin.

Sedangkan dalam kendaraan sendiri, generator biasanya lebih dikenal sebagai alternator sebab dapat menghasilkan arus AC. Adapun sumbernya dari putaran mesin kendaraan itu sendiri.

Cara Kerja Generator

Cara Kerja Generator

Cara Kerja Generator | Img: Freepik.com

Generator listrik adalah perangkat untuk mengkonversi energi mekanik dari sumber lain ke dalam energi listrik untuk dijadikan output-nya.

Penting sekali untuk dipahami jika sebenarnya generator tidak dapat menciptakan sumber energi listrik. Jadi sebagai gantinya, alat ini memanfaatkan energi mekanik untuk menggerakan terjadinya muatan listrik pada kawat gulungannya lewat sirkuit listrik secara eksternal.

Sementara aliran muatan listrik tersebut adalah arus listrik output yang dipasok generator. Cara kerja generator ini dapat dipahami dengan cara mempertimbangkan generator pada pompa air, sehingga menimbulkan aliran air tanpa menciptakan air tersebut yang melewatinya.

Cara kerja generator modern sesuai prinsip dari induksi elektromagnetik hasil temuan Michael Faradai tahun 1831-1832.

Faraday telah menemukan jika aliran muatan listrik di bagian atas bisa diinduksi dengan cara menggerakkan konduktor listrik pada medan magnet, seperti kawat bermuatan listrik.

Gerakan tersebut menciptakan terjadinya perbedaan tegangan pada konduktor listrik atau dua ujung kawat, sehingga mengakibatkan mengalirnya muatan listrik dan menghasilkan arus listrik sebagai keluarannya.

Prinsip Kerja Generator Arus Bolak Balik (AC)

Prinsip yang diterapkan ialah perubahan sudut sesuai hukum Farady, karenanya dapat terjadi perubahan pada fluks magnetik. Dimana perubahan sudut tersebut didesain dengan memutar kumparan di dalam generator.

Putaran kumparan di dalam medan magnet memicu terjadinya perubahan pada fluks magnetik hingga menembus kumparan. Selain itu, fluks magnetik juga mengakibatkan terjadinya arus listrik. Dimana arus tersebut dikenal sebagai arus induksi.

Sementara beda potensial yang terjadi pada ujung-ujung kumparan dinamakan gaya gerak listrik atau GGL induksi.

Adapun sifat arus listrik dari generator listrik AC jenisnya bolak balik berbentuk seperti gelombang. Adapun amplitudo yang diperoleh tergantung dari kuat medan magnet, luas penampang kumparan, dan jumlah lilitan kawat.

Jenis-Jenis dari Generator Listrik

1. Jenis generator dilihat dari medan magnet

  • Generator kutub  luar, medan magnetnya terletak di bagian luar, yakni menyelimuti rotor, atau stator yang memancarkan medan magnet.
  • Generator kutub dalam, medan magnetnya terletak di bagian dalam, lebih tepatnya rotor sebagai pemancar medan magnet itu sendiri.

2. Jenis generator dilihat dari arus yang dibangkitkan

  • Generator AC, yaitu generator yang dapat membangkitkan energi listrik AC atau bolak balik.
  • Generator DC, yaitu generator yang dapat membangkitkan energi listrik DC atau searah.

Komponen Utama Pada Generator

Generator mempunyai 9 komponen utama, terdiri atas :

  • Alternator

Alternator dikenal juga sebagai Genhead atau generator, ialah bagian genset yang dapat menghasilkan keluaran listrik yang diperoleh berdasarkan gerakan mekanis dari mesin.

Alternator itu sendiri terdiri ata rakitan bagian tak bergerak dengan bagian bergerak yang dibungkus pada satu kesatuan.

Dimana semua komponen tersebut bersama-sama bekerja serta dapat menghasilkan gerakan relatif yang terjadi antara medan magnet dengan listrik. Kemudian pergerakan tersebut secara bersamaan menghasilkan listrik.

  • Mesin

Mesin merupakan sumber energi mekanik, dimana energi ini nantinya memasuki generator. Biasanya ukuran mesin akan berbanding lurus pada output data maksimum dari generator.

  • Sistem Bahan Bakar

Biasanya tangki bahan bakar mempunyai kapasitas yang ideal untuk tetap menjaga agar generator tetap dapat beroperasi sekitar 6-8 jam.

Pada kasus generator kecil, ada tangki bahan bakar yang merupakan komponen di bawah generator atau yang dipasang tepat di atas frame alat ini.

Dalam aplikasi komersial, umumnya ada tangki bahan bakar bersifat eksternal. Seluruh instalasi wajib mendapatkan persetujuan dari divisi perencanaan kota.

  • Regulator Tegangan

Sesuai namanya, komponen yang satu ini mengendalikan atau mengatur tegangan output generator. Dimana komponen tersebut meliputi exciter windings, regulator tegangan, rotaring rectifier, dan juga rotor.

Siklus diantara keempat bagian tersebut berlanjut hingga generator menghasilkan output tegangan yang sama seperti kapasitas operasi full-nya.

  • Sistem Pendingin dan Pembuangan Panas

Penggunaan generator terus menerus dapat mengakibatkan komponen-komponen di dalamnya enjadi panas.

Karena itu penting sekali mempunyai sistem pendingin serta pembuangan panas yang dapat menyalurkan panas sebagai hasil proses.

  • Charger Baterai

Pengoperasian genrator dimulai dari pengoperasian baterai. Dimana pengisi baterai ini untuk memastikan baterai pada generator diisi voltasi yang sudah tepat.

  • Sistem Pelumas

Mengingat generator terdiri atas bagian bergerak di dalam mesinnya, dibutuhkan pelumasan guna memastikan kelancaran operasi dan daya tahannya dalam waktu yang cukup lama.

  • Panel Kontrol

Komponen yang satu ini adalah penghubung pada generator dan pengguna generator. Tiap pabrikan mempunyai fitur-fitur yang berbeda pada tiap panel kontrol mereka.

  • Bingkai/Ruangan

Semua generator, entah itu yang stationer atau yang portable, mempunyai ruangan tersendiri atau rumah yang berperan sebagai bingkai.

Ruangan tersebut idealnya dibuat supaya lebih aman dan ramah lingkungan.

Demikian ulasan tentang cara kerja generator yang dapat menghasilkan energi listrik yang nantinya digunakan sebagai cadangan saat terjadinya pemadaman listrik dari PLN. Jadi, generator ini fungsinya sebagai pengganti pasokan listrik dan tidak menciptakan listrik.