Home » Biaya » Biaya Hidup di Korea

Biaya Hidup di Korea

Korea pada dasarnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu negara Korea Selatan dan Korea Utara. Masing-masing dari kedua negara tersebut, memiliki ketenaran di mata dunia dalam bidang yang sangat bertolak belakang. Lalu, berapa kira-kira biaya hidup di Korea?

Bila membahas Korea Selatan, hal yang terlintas pertama kali dalam pikiran adalah para idol serta aktor yang membintangi beberapa drakor atau drama Korea. Sedangkan Korea Utara, terkenal akan sistem pemerintahan yang bersifat absolut dan teknologi nuklirnya.

Kesuksesan yang diraih oleh kedua belah negara tersebut, tidak membuat keduanya berdamai mempersatukan dua negara menjadi satu kesatuan. Faktanya, hingga saat ini banyak warga dari Korea Utara yang pada akhirnya memutuskan untuk kabur ke negara Korea Selatan.

Karena hal tersebut, semakin banyak orang di seluruh dunia mulai mengetahui rahasia pemerintahan yang diterapkan oleh Korea Utara kepada awak media. Hal ini juga lah yang menyadarkan, sebagai besar negara untuk memperkuat pertahanannya melalui militer.

Kendati demikian, baik negara Korea Utara maupun Korea Selatan itu sendiri, memberikan akses kepada para pendatang untuk dapat tinggal sementara waktu. Kalian yang ingin berkunjung ke Korea, lebih baik pilih negara Korea Selatan saja ya.. Inilah, biaya hidup di Korea Selatan.

Biaya Hidup di Korea

Biaya hidup di Korea

Biaya hidup di Korea

Biaya hidup di Korea Selatan

Masih sangat melekat dalam ingatan, bahwa negerinya para bintang yang kini sangat terkenal hingga ke seluruh dunia, berasal dari negeri ginseng. Ya, julukan lain dari Korea Selatan ini, melahirkan banyak aktor maupun aktris ternama yang ketenarannya kini setara dengan para artis Hollywood.

Gelombang Hallyu yang merebak luas, termasuk ke beberapa negara di wilayah Asia ini,  nyatanya memberikan dampak yang sangat besar. Terbukti, banyak sekali warga dari berbagai negara di Asia kini berbondong-bondong berkunjung ke negara para idol tersebut.

Bahkan, tidak jarang dari mereka yang akhirnya menetap di Korea Selatan. Entah karena berjodoh dengan salah satu warga Korea, atau mendapatkan pekerjaan di negeri ginseng tersebut. Kalian yang ingin menetap dalam kurun waktu lama di Korea Selatan, wajib tahu biaya hidup di Korea Selatan terlebih dahulu.

Umumnya, biaya hidup di Korea Selatan tidak jauh berbeda dengan negara-negara yang berada didalam lingkup Asia. Hanya saja, kalian yang berasal dari Indonesia, mungkin menganggap tarif hidup di KorSel tergolong cukup mahal. Tapi, tenang saja! Kalian dapat mencari pekerjaan meskipun berstatus sebagai imigran.

Besarnya anggaran yang perlu dipersiapkan untuk datang berkunjung ke KorSel, kurang lebih sebesar Rp 25.000.000,- atau sekitar 1.922.421,79 won. Jumlah tersebut, diluar dari urusan pembayaran tiket pesawat, pembayaran paspor dan hal lainnya yang berurusan dengan kantor pengurus bagian imigrasi.

Biaya hidup di Korea Selatan per bulan

Besarnya nominal yang pasti kalian keluarkan selama menetap di negeri ginseng ini, dapat mencapai Rp 150.000,- hingga Rp 300.000,- per harinya. Bila dikonversikan kedalam mata uang KorSel, menjadi 11.532,66 won sampai 23.065,32 won. Kalau di Indonesia, jumlah tersebut dapat mencukupi kebutuhan hidup selama 4 hingga 7 hari.

Kisaran angka tersebut, hanyalah gambaran atau simulasi dari kehidupan normal yang dijalani oleh para warga KorSel. Untuk mempermudah penjelasannya, berikut simulasi rincian harga atau biaya hidup di Korea Selatan, mulai dari tempat tinggal, sampai dengan kebutuhan lainnya.

1. Sewa tempat tinggal

Hunian atau tempat tinggal yang banyak disediakan di sekitar KorSel, mengusung tema apartemen atau asrama. Penyewaan asrama ini, biasanya ditujukan untuk para pelajar atau mahasiswa yang bersekolah di salah satu universitas Korea Selatan. Sedangkan orang umum, dapat memanfaatkan flat atau apartemen.

Biaya hidup di Korea untuk yang memilih tinggal di asrama, harga sewanya sebesar 250.000 won hingga mencapai 1.000.000 won keatas. Bila dirupiahkan, sekitar Rp 3.251.635,01 sampai dengan Rp 13.006.540,02. Semakin lengkap dan luas ukuran kamar asramanya, maka harga sewanya juga akan semakin meningkat.

Pendatang dengan kategori umum, dapat tinggal di guest house. Selain karena harga sewanya juga sangat murah, fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap. Hanya saja, untuk persoalan privacy kurang terjamin. Pasalnya, dinding kamar antara satu dengan yang lainnya tidak kedap suara.

Gust house tersebut, ditaksir harga sewanya mulai dari Rp 1.000.000,- sampai dengan Rp 2.500.000,- per bulan. Sesuai dengan mata uang yang berlaku di Korea Selatan, maka kurang lebih harganya sebesar 76.596,25 won hingga Rp 191.970,24 won. Adapun apartemen murah, harga sewanya kurang lebih mulai dari Rp 5.000.000,- atau 383.940,49 won.

2. Kebutuhan makan dan minum

Kebutuhan satu ini, sulit dilewatkan apalagi bagi kalian yang sedang berada di perantauan. Ya, makan dan minum sudah menjadi suatu keharusan untuk seseorang agar mampu bertahan hidup. Antara satu orang dengan yang lainnya, pasti memiliki kebutuhan pangan yang berbeda-beda.

Bila kalian ingin menghemat pengeluaran akan kebutuhan pangan, bisa mensiasatinya dengan sering memasak sendiri di asrama atau apartemen. Kalau pendatang dengan keadaan finansial mumpuni, biasanya lebih memilih cara praktis, yaitu makan-makanan siap saji di warung terdekat.

Membeli makanan dari sebuah restoran atau sekedar mengisi keinginan untuk ngemil dengan jajan cemilan ala street food. Pengeluaran yang dapat kalian habiskan kurang lebih berkisar 400.000 won per bulannya, atau bila dirupiahkan angkanya menjadi sebesar Rp 5.225.968,-.

3. Anggaran tranportasi

Pergerakan keseharian kalian selama berada di daerah perantauan, pasti tidak akan luput dari sarana tranportasi. Korea Selatan menyediakan berbagai sarana transportasi yang kerap kali menjadi latar tempat untuk pembuatan drama korea. Mulai dari stasiun kereta hingga busway.

Tarif yang berlaku untuk penggunaan kereta bawah tanah serta bus, kurang lebih sekitar 1.200 sampai dengan 1.500 won untuk satu kali perjalanan. Metode pembayaran untuk kedua sarana tersebut, dapat disetorkan melalui dompet digital atau bisa juga melalui kartu khusus tranportasi.

Indonesia sendiri, mulai menerapkan hal yang serupa. Kalian pasti sudah tidak asing dengan kartu Brizzi atau kartu commuter line. Nah, di Korea Selatan juga menggunakan cara tersebut untuk memudahkan para penumpang membayar tarif perjalanan. Jarang sekali yang menggunakan uang cash untuk membayar ongkosnya.

Bila dikalkulasikan pengeluaran untuk kebutuhan tranportasi dalam kurun waktu satu bulan, angkanya kurang lebih sekitar 84.000 won atau setara dengan Rp 1.097.453,28. Ada cara lain untuk mensiasati pengeluaran tersebut, dengan mencari tempat tinggal yang berada di dekat area kampus atau kantor kalian.

Cara lainnya, dapat dilakukan dengan menggunakan sepeda atau kalian bisa juga menyewa sepeda umum. Selain lebih hemat, pengendara juga dapat menikmati pemandangan sepanjang jalan yang Ia lalui. Waktu penyewaan sepeda ini, umumnya lebih dari 5 jam dan dapat juga digunakan sebagai salah satu alternatif untuk berolahraga.

4. Biaya belanja bulanan

Menjadi anak perantuaan di negeri ginseng, pasti cukup sulit untuk beradaptasi. Terlebih, masalah finansial juga sering menjadi kendala tersendiri. Oleh karena itu, kalian yang mendapatkan beasiswa atau memang berstatus sebagai pegawai di salah satu kantor KorSel, dapat mensiasati pengeluaran dengan belanja bulanan.

Selain pengeluaran per bulan dapat ditekan, kalian juga lebih menghemat pemakaian kebutuhan sehari-hari. Mulai dari peralatan mandi, stok makanan, sampai dengan hal-hal kecil lainnya yang sering dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ada juga yang lebih memilih belanja dalam hitungan minggu.

Kebutuhan biaya hidup di Korea untuk persoalan belanja bulanan, kurang lebih menghabiskan biaya sebesar 80.000 hingga 100.000 won untuk hitungan satu bulan. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 1.045.193,60 sampai dengan Rp 1.306.492,-.

Itulah beberapa informasi terkait biaya hidup di Korea, biaya hidup di Korea Selatan, dan biaya hidup di Korea Selatan per bulan. Siapa tahu, diantara kalian ada yang ingin berkunjung juga ke Jepang, informasinya dapat dilihat di biaya hidup di Jepang. Semoga bermanfaat.